Dalam dunia medis banyak dikenal berbagai macam penyakit mata turunan yang tidak hanya terjadi pada orang dewasa namun juga pada anak-anak. Salah satu contohnya ada penyakit Stargardt Disease.
Istilah atau nama penyakit ini mungkin belum banyak dikenal oleh masyarakat. Namun sangat penting untuk memperhatikan bahaya dari penyakit tersebut, mengingat penyakit Stargardt ini dapat diturunkan dari orang tua ke anaknya. Agar lebih jelasnya, mari simak penjelasan lengkapnya berikut ini!
Baca juga: Peradangan Iris Mata Yang Perlu Diwaspadai
Apa Itu Stargardt Disease?
Stargardt Disease masuk dalam kategori penyakit mata yang sifatnya genetik atau diturunkan dari orang tua atau keluarga. Penyakit mata ini berpotensi menghilangkan fungsi penglihatan pada penderitanya, hampir mirip dengan Katarak atau Glaukoma yang juga punya dampak sama.
Stargardt bisa menyerang anak-anak hingga orang dewasa muda sekalipun. Istilah lain dari penyakit ini adalah Degenerasi Makula Juvenil.
Jika seseorang mengidap penyakit ini, maka fotoreseptor yang berfungsi sebagai penginderaan cahaya kondisinya mati. Hal inilah yang menyebabkan penglihatan penderita bisa terbatas hingga hilang seiring berjalannya waktu.
Degenerasi Makula Juvenil atau Stargardt Disease ini berbeda dengan Degenerasi Makula Umum yang berkaitan dengan usia. Pada Degenerasi Makula yang berkaitan dengan usia, umumnya hanya menyerang orang-orang dengan usia lanjut atau sudah tua. Meski begitu keduanya tetap memiliki resiko atau dampak yang buruk pada kesehatan penglihatan mata.
Baca juga: Mata Panda
Penyebab Stargardt Disease
Meski Katarak dan Stargardt punya dampak penglihatan yang hampir sama, namun keduanya jelas berbeda. Katarak bisa disembuhkan dengan jalan operasi, sedangkan Stargardt belum ada pengobatan untuk kesembuhan 100%. Lantas apa penyebab Stargardt Disease ini?
1. Mutasi Gen ABCA4
Mutasi atau perubahan gen ABCA4 merupakan kondisi perubahan pada gen dalam memanfaatkan vitamin A dalam tubuh.
Secara umum, pada orang normal vitamin A digunakan oleh tubuh untuk memproduksi sel-sel pada retina mata. Selanjutnya ABCA4 memproduksi protein yang digunakan untuk pembersihan sisa lemak.
Sedangkan pada penderita Stargardt Disease, ABCA4 tidak melakukan kinerja tersebut. Hal tersebut menyebabkan sisa-sisa lemak tertumpuk pada makula.
Sisa-sisa lemak tersebut lama kelamaan akan membunuh sel-sel yang peka terhadap cahaya hingga menghancurkan penglihatan sentral.
Baca juga: Katarak Lensa Premium
2. Hubungan Dengan Faktor Genetik Keluarga
Seperti yang dijelaskan sebelumnya, Stargardt Disease ini merupakan penyakit turunan, yang artinya saat ada hubungan dengan faktor genetik keluarga penderita Stargardt sangat besar potensi menurunkan penyakit tersebut pada anak yang dilahirkan.
Gejala Stargardt Disease
Gejala Stargardt bisa muncul bahkan pada anak-anak yang memang punya riwayat orang tua penderita Stargardt Disease. Diantara gejala yang bisa muncul adalah sebagai berikut:
1. Hilangnya Penglihatan Sentral Secara Bertahap
Pada penderita Stargardt, gejala hilangnya penglihatan sentral ini adalah gejala yang paling umum dan biasanya paling awal disadari. Penglihatan sentral yang mulai hilang bisa ditandai dengan kaburnya penglihatan atau adanya area gelap pada penglihatan sentral saat melihat objek.
Gejala penglihatan sentral yang kabur atau terdistorsi mungkin banyak disalah artikan sebagai gejala Miopi. Namun tentu ada perbedaan yang signifikan pada kedua jenis penyakit mata ini.
Menghilangnya penglihatan sentral pada penderita Stargardt mungkin berbeda-beda pada tiap orang terkait cepat atau lambatnya.
Baca juga: Mata Minus
2. Kesulitan Melihat di Cahaya Terang (Glare)
Selain Hilangnya penglihatan sentral, penderita Stargardt Disease juga akan mengalami kesulitan melihat objek pada ruang bercahaya terang atau istilahnya Glare. Tak hanya itu, penderita mungkin juga akan mengalami kesulitan beradaptasi di antara tempat yang terang dan gelap.
3. Perubahan Warna dan Bentuk pada Retina (Fleck-Like Lesions)
Perubahan warna dan bentuk Retina pada penderita Stargardt Disease bisa saja terjadi. Gejala ini sangat mempengaruhi fungsi penglihatan. Bahkan penderita juga bisa kesulitan membedakan warna pada ruang redup.
Baca juga : Terapi Mata Minus Anak
Bagaimana Cara Penanganannya?
Pada penyakit mata yang mengganggu penglihatan seperti gangguan Refraksi, pasien bisa memilih metode Lasik untuk terbebas dari kacamata dan bisa melihat dengan pandangan normal lagi.
Namun berbeda dengan Stargardt Disease yang mengganggu penglihatan namun hingga kini belum ditemukan pengobatan yang bisa menyembuhkan Stargardt 100%. Maka penanganannya adalah dengan memperlambat dampak buruk penglihatan yang bisa terjadi.
Baca juga: Solusi Miopia Anak
Lantas apa saja penanganan yang tepat untuk memperlambat jalannya dampak? berikut ini detailnya:
- Hindari mengkonsumsi suplemen yang mengandung vitamin A secara berlebihan.
- Saat berada di luar ruangan, pastikan selalu menggunakan kacamata pelindung mata agar tidak secara langsung terkena sinar matahari.
- Berhenti merokok dan jauhi lingkungan yang banyak asap rokoknya karena asap rokok dan pengaruh buruknya bisa mempercepat efek rusaknya fungsi penglihatan akibat Stargardt.
- Lakukan juga tes genetik ke dokter mata untuk memastikan gen yang rusak dan gen yang baik. Nantinya dokter bisa membantu memberikan solusi untuk pengobatan genetik yang rusak sehingga bisa memperlambat resiko rusaknya fungsi penglihatan.
Stargardt Disease bisa dikategorikan sebagai penyakit turunan yang langka atau jarang terjadi. Meski begitu siapapun harus terus waspada dan rutin cek kesehatan mata untuk memastikan kondisi penglihatan baik-baik saja. Utamanya bagi orang yang memiliki riwayat keluarga dengan penyakit tersebut, pastikan untuk melakukan cek genetik.
Saksikan juga video lain tentang kesehatan mata di bawah ini:


















