Mata Anda terganggu karena muncul benjolan tipis kekuningan lalu menjadi kemerahan dan iritasi di area dekat hidung? Lalu semakin lama terasa mengganjal dan seperti terbakar? Mungkin kamu terkena pinguekulitis.
Salah satu penyakit mata adalah pinguekulitis (pingueculitis). Penyakit mata apakah itu? Apa saja gejala dan penyebabnya, bagaimana cara mengobatinya? Yuk simak selengkapnya di bawah ini!
Apa Itu Pinguekulitis

Pinguekulitis adalah peradangan pinguekula sehingga terjadi vaskularisasi, berwarna merah, dan iritasi. Pinguekula sendiri adalah benjolan putih kekuningan pada bagian konjungtiva mata yang terbentuk dari degenerasi kolagen lapisan konjungtiva mata.
Pinguekula umumnya terjadi pada usia 70-80 tahun dan orang-orang yang secara langsung terpapar sinar ultraviolet. Ia lebih keruh daripada konjungtiva normal, dengan deposit lemak. Pinguekula sering terjadi pada dua mata tetapi juga bisa terjadi pada satu mata saja.
Ketika pinguekula ini mengalami peradangan sehingga warnanya menjadi merah dan terjadi iritasi, itulah yang diistilahkan penguekulitis.
Baca juga: Apa Itu Katarak? Ini Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobatinya
Gejala Pinguekulitis
Penyakit mata ini memiliki beberapa gejala, antara lain:
- Benjolan kekuningan di area konjungtiva nasal (dekat dengan hidung)
Salah satu gejala utama penyakit ini yaitu munculnya benjolan kecil berwarna kekuningan pada area konjungtiva. Biasanya ada di dekat bagian putih mata. Benjolan ini sering menjadi perhatian utama karena memberikan rasa tidak nyaman. - Mata Kering
Mata penderita sering terasa kering akibat dari turunnya kelembapan pada bola mata. Saat di kondisi ini, penderita sering merasa silau, gatal, iritasi terutama jika terlalu lama berada di ruangan yang ber-AC atau terkena angin langsung - Mata Terasa seperti Terbakar
Sensasi ini biasanya disebabkan oleh iritasi pada jaringan mata akibat dari gesekan dengan benjolan atau karena kurangnya pelindung alami berupa air mata. - Mata Terasa Mengganjal
Pinguekula sering kali menimbulkan perasaan seperti ada benda asing atau pasir di dalam mata. Rasa mengganjal ini dapat terjadi ketika mata bergerak, berkedip, atau saat melihat ke berbagai arah, sehingga aktivitas harian bisa terganggu. - Pembuluh darah di sekitar benjolan membesar
Pada area sekitar benjolan, pembuluh darah di bagian konjungtiva cenderung melebar atau membengkak. Kondisi ini membuat mata terlihat lebih merah dari biasanya dan sering kali menimbulkan kesan iritasi kronis. - Risiko peradangan pada pinguekula (pinguekulitis)
Jika tidak mendapatkan penanganan yang tepat, benjolan tersebut dapat mengalami peradangan yang dikenal sebagai pinguekulitis. Ketika ini terjadi, gejala bisa bertambah parah, seperti nyeri yang lebih intens, rasa terbakar yang meningkat, serta mata yang semakin merah. Kondisi ini sering kali membutuhkan perhatian medis lebih lanjut.
Baca juga: Mata Panda: Simak 7 Penyebab, Gejala, Cara Menghilangkannya
Penyebab Pinguekulitis
Belum ada penyebab pasti dan detail untuk penyakit mata ini. Namun, usia tua dan paparan sinar ultraviolet diduga kuat merupakan faktor risiko terjadinya penyakit mata ini.
Seperti data sebelumnya, umumnya pinguekula terjadi pada usia 70-80 tahun dan pada orang-orang yang secara langsung terpajan sinar matahari. Radiasi sinar ultraviolet secara terus menerus dapat menyebabkan terjadinya degenerasi konjungtiva, berupa perubahan susunan kolagen serta jaringan elastin stroma konjungtiva.
Prevalensi penyakit mata ini banyak terjadi di daerah khatulistiwa. Lesi awal terbentuk karena radiasi ultraviolet terus-menerus. Radiasi ultraviolet ini menyebabkan terjadinya konjungtiva berupa perubahan susunan kolagen serta jaringan elastin stroma konjungtiva.
Selain itu faktor munculnya pinguekula juga sebagai akibat dari efek iritan lingkungan seperti angin dan debu. Faktor risiko lainnya, penyakit ini lebih banyak terjadi pada usia tua, jenis kelamin laki-laki, merokok, bekerja di luar ruangan, dan penderita diabetes melitus.
Baca juga: Waspada Penyebab Mata Silinder Ini Cara Mengatasinya!
Cara Mengobati Pinguekulitis
Cara mengobati pinguekulitis tergantung pada gejalanya. Mengingat pertumbuhannya yang sangat lambat, pemberian obat-obatan pada pingekula jarang dilakukan. Jika sudah menjadi pinguekulitis, barulah butuh pengobatan yakni dengan pemberian steroid lemah topikal.
Pada kondisi tertentu, khususnya alasan kosmetika, eksisi dapat dilakukan. Demikian pula jika ukuran lesi besar sehingga menyebabkan iritasi yang mengganggu. Eksisi adalah bedah pengangkatan tumor, kanker, atau sejenisnya dari tubuh.
Secara lebih terperinci, berikut ini cara mengobati pinguekilitis:
- Mengurangi paparan sinar ultraviolet. Bisa dengan cara memakai kacamata hitam terpolarisasi atau lensa fotokromik.
- Pengobatan dengan obat tetes mata lubrikasi untuk mengurangi keluhan mata kering.
- Obat anti inflamasi bila terjadi pinguekulitis
- Pembedahan untuk membuang benjolan pinguekula khususnya untuk alasan kosmetika dan mengatasi iritasi yang mengganggu jika ukuran lesi besar.
Itulah penjelasan mengenai Pinguekulitis mata yang perlu Anda ketahui. Jika Anda terkena gangguan yang serupa atau kelainan refraksi lainnya, Anda bisa langsung datang ke National Eye Center, sebagai pusat lasik Surabaya yang terpercaya di Indonesia.
Dengan berkonsultasi pada dokter mata profesional, Anda akan mendapatkan penanganan yang terbaik untuk kesehatan mata Anda yang optimal.
Di sana Anda juga bisa mendapatkan perawatan yang lebih seperti terapi mata minus anak (Ortho K), operasi lasik mata, pengobatan katarak melalui katarak lensa premium, hingga eyesthetic (kecantikan mata).
Tunggu apa lagi? Yuk Lasik di tempat lasik kredibel hanya di National Eye Center!
Referensi:
Universitas Indonesia Faculty of Medicine. Buku Ajar Oftalmologi. Jakarta: UI Publishing; 2020
Sjamzu Budiono, dkk. Buku Ajar Ilmu Keshatan Mata. Surabaya: Airlangga University Press; 2013
Saba Al-Hashimi, MD. Pinguecula. United State: EyeWiki – American Academy of Ophthalmology

















