Operasional: Senin – Jumat | 09:00 – 20:00 WIB – Sabtu | 09:00 – 16:00 WIB

Cek Kondisi Retina Dengan 3 Alat Pemeriksaan Retina Canggih

Ditinjau oleh

dr. Asti Indriani, SpM

Terakhir diperbaharui pada

5 November 2025

Bagikan

Cek Kondisi Retina Dengan 3 Alat Pemeriksaan Retina Canggih

Menjaga kesehatan retina penting untuk memastikan penglihatan tetap jernih. Kini, dengan teknologi pemeriksaan retina yang semakin canggih, kondisi retina bisa dicek secara cepat, akurat, dan tanpa rasa sakit.

Apa Itu Pemeriksaan Retina

Pemeriksaan retina adalah prosedur penting untuk menilai kondisi lapisan dalam mata yang berfungsi menangkap cahaya dan mengirimkan sinyal ke otak. Retina berperan vital dalam proses penglihatan, sehingga setiap gangguan yang terjadi dapat memengaruhi kemampuan seseorang untuk melihat dengan jelas. Melalui pemeriksaan ini, dokter mata dapat mendeteksi dini berbagai penyakit, seperti diabetes retinopati, degenerasi makula, robekan retina, hingga glaukoma.

Pemeriksaan ini direkomendasikan tidak hanya bagi mereka yang memiliki keluhan penglihatan, tetapi juga bagi orang dengan risiko tinggi, seperti penderita diabetes, hipertensi, atau memiliki riwayat keluarga dengan penyakit mata. Dengan teknologi alat pemeriksaan retina yang kini semakin canggih, deteksi gangguan retina bisa dilakukan lebih cepat dan akurat, bahkan sebelum gejala muncul.

Selain itu, pemeriksaan retina mata juga membantu memantau perkembangan kondisi pasien dari waktu ke waktu. Dokter dapat membandingkan hasil pemeriksaan sebelumnya dengan kondisi terkini untuk menentukan langkah perawatan yang paling tepat. Jadi, pemeriksaan ini bukan hanya untuk mereka yang mengalami gangguan penglihatan, tetapi juga untuk menjaga kesehatan mata jangka panjang.

Berapa Lama Pemeriksaan Retina Mata?

Pemeriksaan Retina

Durasi pemeriksaan retina biasanya tergantung pada metode dan alat yang digunakan. Umumnya, pemeriksaan ini berlangsung sekitar 15 hingga 30 menit. Prosesnya cepat dan tidak menimbulkan rasa sakit.

Pada beberapa kasus, dokter akan memberikan tetes mata untuk melebarkan pupil (dilatasi) agar retina bisa terlihat lebih jelas. Efek dari tetes mata ini bisa bertahan 3–4 jam, menyebabkan pandangan sedikit buram dan sensitif terhadap cahaya. Oleh karena itu, disarankan membawa kacamata hitam atau didampingi orang lain setelah pemeriksaan.

Jika menggunakan alat retina modern seperti Optical Coherence Tomography (OCT) atau Fundus Camera Digital, pasien tidak selalu perlu dilatasi pupil. Pemeriksaan retina dapat dilakukan dengan cepat, hasilnya pun langsung terlihat di layar komputer. Teknologi ini membuat pemeriksaan retina mata semakin nyaman dan efisien.

Dokter spesialis mata akan menjelaskan hasilnya secara rinci, termasuk kondisi pembuluh darah, saraf optik, dan lapisan retina. Bila ditemukan tanda-tanda gangguan, pemeriksaan lanjutan akan disarankan untuk memastikan diagnosis dan menentukan penanganan lebih lanjut.

Baca Juga : Operasi Katarak 

3 Jenis Alat Periksa Retina

Perkembangan teknologi medis telah menghadirkan berbagai alat pemeriksaan retina canggih yang membantu dokter dalam mendiagnosis kondisi mata secara akurat. Berikut tiga di antaranya:

1. Fundus Camera Digital

 Fundus Camera Digital

Fundus Camera Digital adalah alat yang digunakan untuk memotret bagian belakang bola mata, termasuk retina, makula, saraf optik, dan pembuluh darah. Hasil pemeriksaan ini disebut foto fundus retina.

Kelebihan alat ini adalah prosesnya cepat dan hasil gambarnya tajam. Dokter dapat dengan mudah melihat adanya perdarahan kecil, robekan retina, atau perubahan warna pada makula. Pemeriksaan retina menggunakan fundus camera juga bisa dilakukan tanpa melebarkan pupil (non-mydriatic), sehingga pasien merasa lebih nyaman.

Fundus camera sering digunakan untuk pemeriksaan mata pada penderita diabetes dan hipertensi, karena bisa mendeteksi perubahan pembuluh darah sejak dini. Alat ini juga membantu memantau perkembangan penyakit dari waktu ke waktu.

Baca Juga : Operasi Katarak Gratis 

2. Optical Coherence Tomography (OCT)

Optical Coherence Tomography (OCT)

Optical Coherence Tomography (OCT) merupakan salah satu alat pemeriksaan retina paling modern saat ini. OCT bekerja dengan memanfaatkan sinar inframerah untuk memindai lapisan retina secara mendetail hingga ke struktur mikroskopik.

Hasil OCT berbentuk gambar tiga dimensi (3D) yang memperlihatkan ketebalan setiap lapisan retina. Dengan teknologi ini, dokter mata bisa mendeteksi adanya cairan, penipisan, atau penebalan retina yang mungkin menandakan penyakit seperti degenerasi makula, retinopati diabetik, atau edema makula.

Pemeriksaan retina dengan OCT tidak menimbulkan rasa sakit dan hanya memakan waktu sekitar 10–15 menit. Pasien hanya perlu menatap titik cahaya pada alat, sementara sistem akan memindai retina secara otomatis.

Teknologi OCT sangat membantu dalam pemantauan hasil terapi, seperti pada pasien yang menjalani injeksi anti-VEGF atau operasi retina.

3. Scanning Laser Ophthalmoscopy (SLO)

Scanning Laser Ophthalmoscopy (SLO)

Scanning Laser Ophthalmoscopy (SLO) adalah alat pemeriksaan retina canggih yang menggunakan sinar laser berintensitas rendah untuk menghasilkan citra retina dengan resolusi tinggi. SLO mampu menampilkan gambaran retina secara real-time dengan detail luar biasa, bahkan pada bagian yang sulit dijangkau oleh alat konvensional.

Keunggulan lain dari SLO adalah kemampuannya untuk mengamati retina tanpa perlu pelebaran pupil. Alat ini juga bisa digunakan dalam kondisi pencahayaan yang minim, menjadikannya ideal untuk pasien yang sensitif terhadap cahaya.

Pemeriksaan retina dengan SLO sering digunakan untuk memeriksa kelainan makula, glaukoma, dan penyakit retina akibat diabetes. Kombinasi antara kecepatan, kenyamanan, dan hasil gambar berkualitas tinggi menjadikan SLO sebagai salah satu pilihan terbaik dalam diagnostik modern.

Baca Juga : Lasik 

Pastikan Retina Mata Sehat dengan Periksa Mata Rutin

Pemeriksaan Retina

Kesehatan retina menentukan kualitas penglihatan Anda. Gangguan pada retina sering kali tidak menimbulkan gejala pada tahap awal, sehingga pemeriksaan retina secara rutin menjadi langkah penting untuk mencegah kebutaan atau kerusakan permanen.

Bagi Anda yang memiliki faktor risiko seperti katarak, diabetes, tekanan darah tinggi, atau usia di atas 40 tahun, disarankan untuk melakukan pemeriksaan retina minimal satu kali dalam setahun. Pemeriksaan retina secara teratur memungkinkan dokter mendeteksi perubahan kecil sekalipun dan memberikan tindakan medis sebelum masalah berkembang lebih parah.

Kini, pemeriksaan retina mata bisa dilakukan dengan cepat dan nyaman berkat teknologi alat seperti Fundus Camera, OCT, dan SLO. Rumah sakit atau klinik mata modern seperti National Eye Center telah dilengkapi peralatan retina terkini dan tenaga dokter spesialis retina berpengalaman.

Jangan menunggu gejala parah baru memeriksakan mata. Semakin cepat pemeriksaan retina dilakukan, semakin besar peluang Anda untuk mempertahankan penglihatan yang sehat. Segera konsultasi ke dokter mata jika Anda mengalami gangguan mata seperti katarak dan glaukoma. 

Simak informasi lainnya di video dibawah ini ya