Hai Sahabat Mata Sehat! Apakah kamu pernah berpikir untuk menjalani operasi LASIK agar bisa melihat tanpa harus tergantung kacamata atau lensa kontak? Wah, pasti seru banget ya, bisa bangun tidur langsung melihat dunia dengan jelas. Tapi, sebelum memutuskan, kamu pasti sering bertanya-tanya, “Lasik bahaya atau tidak sih?” Nah, di artikel kali ini kita akan bahas tuntas tentang LASIK dari sisi medis, supaya kamu bisa lebih paham dan yakin sebelum memutuskan. Yuk, simak terus

LASIK Bahaya atau Tidak? Ini Penjelasan dari Sisi Medis
Lasik, singkatan dari Laser-Assisted In Situ Keratomileusis, adalah salah satu prosedur bedah refraksi yang paling populer dan banyak dipilih orang di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Dengan metode ini, ketajaman penglihatan bisa diperbaiki secara signifikan, bahkan seringkali mengurangi ketergantungan terhadap kacamata atau lensa kontak. Tapi, tentu saja, seperti semua prosedur medis, LASIK juga memiliki risiko dan potensi bahaya yang perlu dipahami dengan baik. Nah, mari kita bahas satu per satu.
Apa Itu LASIK dan Bagaimana Prosedurnya?
Pertama-tama, penting untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi saat menjalani LASIK. Prosedur ini dilakukan oleh dokter spesialis mata yang berpengalaman dengan teknologi laser canggih. Dalam prosesnya, lapisan tipis kornea dibentuk dan dilipat, kemudian laser digunakan untuk mengubah bentuk kornea sehingga cahaya yang masuk dapat difokuskan dengan tepat di retina. Setelah itu, lapisan kornea yang telah dibentuk kembali ke posisi semula, dan proses penyembuhan pun dimulai.
Prosedur ini umumnya berlangsung sekitar 10-15 menit untuk kedua mata dan dilakukan di ruang operasi yang steril. Pasien biasanya langsung bisa melihat dengan lebih baik setelah operasi, dan proses penyembuhan berlangsung selama beberapa hari hingga minggu.
Risiko dan Bahaya dari LASIK
Meski banyak yang merasakan manfaat besar dari LASIK, ada juga risiko dan bahaya yang harus diwaspadai. Berikut beberapa di antaranya:
- Kebutaan atau Kehilangan Penglihatan Permanen: Meskipun sangat jarang, ada kasus di mana prosedur LASIK menyebabkan kerusakan serius pada kornea atau retina sehingga penglihatan menjadi sangat terganggu bahkan tidak bisa pulih. Ini biasanya terkait dengan komplikasi yang tidak terdeteksi sebelumnya atau kesalahan selama prosedur.
- Efek Samping Sementara: Banyak pasien mengalami mata kering, penglihatan kabur, silau, atau halo di sekitar lampu, terutama di malam hari. Biasanya, efek ini bersifat sementara dan akan membaik seiring waktu.
- Overcorrect atau Under correction: Jika laser tidak mengoreksi dengan tepat, penglihatan bisa menjadi terlalu tajam atau tidak cukup tajam, sehingga tetap membutuhkan kacamata atau lensa kontak tambahan.
- Infeksi dan Peradangan: Meski jarang terjadi, infeksi bisa terjadi jika prosedur tidak dilakukan di tempat yang steril dan mengikuti prosedur pascaoperasi dengan benar.
- Kesesuaian Pasien: Tidak semua orang cocok menjalani LASIK. Mereka yang memiliki ketebalan kornea yang tipis, mata kering kronis, atau masalah mata yang serius harus mempertimbangkan opsi lain.
Apakah LASIK Aman?
Jawaban singkatnya, LASIK bisa sangat aman jika dilakukan oleh dokter berpengalaman dan di fasilitas yang terpercaya. Banyak penelitian menunjukkan bahwa tingkat keberhasilan prosedur ini sangat tinggi, dengan sekitar 96% pasien merasa puas dan penglihatan mereka membaik secara signifikan. Tetapi, seperti semua tindakan medis, risiko tetap ada, dan penting untuk melakukan konsultasi menyeluruh sebelum memutuskan.
Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Melakukan LASIK
Agar hasilnya maksimal dan risiko diminimalisir, ada beberapa hal penting yang harus kamu perhatikan:
- Konsultasi dengan Dokter Spesialis Mata: Pastikan memilih klinik atau rumah sakit yang terpercaya dan dokter yang berpengalaman.
- Pemeriksaan Mata Secara Menyeluruh: Untuk memastikan kelayakan prosedur, pemeriksaan ketebalan kornea, kesehatan mata, dan kondisi umum harus dilakukan.
- Mengikuti Instruksi Pascaoperasi: Perawatan pascaoperasi sangat penting untuk memastikan proses penyembuhan lancar dan komplikasi dapat dihindari.
- Tidak Memaksakan Diri: Jika ada kondisi kesehatan mata tertentu yang tidak cocok, sebaiknya cari solusi lain.
Jadi, apakah LASIK bahaya atau tidak? Jawabannya tergantung dari banyak faktor, termasuk kondisi mata, pengalaman dokter, dan fasilitas yang digunakan. Dengan persiapan yang matang dan prosedur yang dilakukan oleh tenaga medis yang kompeten, LASIK bisa menjadi solusi yang aman dan efektif untuk memperbaiki penglihatan. Namun, tetap penting untuk memahami risiko yang ada dan melakukan konsultasi terlebih dahulu.
Dan untuk kamu yang sedang mencari pusat bedah refraksi laser terbaik di Indonesia, National Eye Center (NEC) adalah pilihan tepat. NEC adalah pusat LASIK yang berkomitmen memberikan layanan terbaik, didukung teknologi modern dan dokter spesialis mata ahli di bidang operasi bedah refraktif. Berlokasi di Surabaya, tepatnya di Jl. Dr. Ir. Soekarno No.41 Surabaya (seberang Kampus C UNAIR), NEC siap melayani pasien dari seluruh Indonesia. Kamu juga bisa konsultasi terlebih dahulu sebelum datang dengan menghubungi 082 111 000 171. Yuk, jangan ragu untuk menjaga kesehatan mata dan raih penglihatan yang lebih baik bersama NEC!

















