Operasional: Senin – Jumat | 09:00 – 20:00 WIB – Sabtu | 09:00 – 16:00 WIB

Keratitis: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobati

Ditinjau oleh

Admin

Terakhir diperbaharui pada

18 April 2025

Bagikan

Keratitis: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobati

Keratitis adalah peradangan atau inflamasi pada kornea mata, baik akibat infeksi oleh mikroorganisme maupun non-infeksi karena proses autoimun. Sering kali tanda dari Keratitis ini adalah mata merah dan nyeri.

Kornea adalah lapisan terluar pada mata berupa selaput bening (jaringan transparan) berbentuk kubah, yang menutupi bagian depan mata. Ketebalan kornea rata-rata sekitar 500 mikron. Ia berfungsi melindungu bola mata dan menjadi tempat masuknya cahaya pertama kali, sebelum cahaya itu bisa masuk ke sel-sel penerima di bagian dalam mata. Kornea berfungsi menangkap cahaya untuk diteruskan pada retina yang berada di belakang mata.

Ketika kornea terluka atau terinfeksi, fungsi tersebut juga akan terganggu. Pada kasus yang berat, keratitis dapat menuebabkan kehilangan bola mata. Karenanya perlu penanganan cepat untuk menyembuhkan keratitis agar tidak menimbulkan kerusakan permanen pada fungsi penglihatan.

Berdasarkan data dari WHO tahun 1995-2011, kebutaan akibat penyakit di kornea merupakan penyebab kebutaan kelima terbanyak di dunia setelah katarak, glaukoma, degradasi makula, dan kelainan refraksi. Di Indonesia, ia juga penyebab kebutaan kelima setelah katarak, glaukoma, kelainan refraksi, dan kelainan retina.

Gejala Keratitis

Keratitis umumnya ditandai dengan gejala sebagai berikut:

  1. Mata merah dengan penurunan tajam penglihatan berupa buram berkabut.
  2. Rasa nyeri yang hebat
  3. Sensitivitas berlebihan terhadap cahaya (fotofobia)
  4. Kadang-kadang mata berair

Gejala kedua dan ketiga terjadi ketika inflamasi (peradangan) menyerang permukaan kornea. Tingkat keparahan kornea tergantung pada kondisi kornea serta patogenitas organisme penginfeksi. 

Sebagai catatan, gejala-gejala di atas dapat bervariasi tergantung pada penyebab keratitis, dan penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter mata jika Anda mengalami salah satu dari gejala tersebut untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat.

Jenis Keratitis

Keratitis atau peradangan pada kornea mata, dapat diklasifikasikan menjadi dua jenis utama berdasarkan penyebabnya: keratitis infeksi dan keratitis non-infeksi. Keratitis infeksi disebabkan oleh mikroorganisme seperti bakteri, virus, jamur, atau parasit. Sementara itu, keratitis non-infeksi dapat disebabkan oleh faktor-faktor seperti cedera mata, penggunaan lensa kontak yang tidak tepat, atau kondisi medis tertentu.

    Penyebab Keratitis

    Seperti tersebut pada jenis keratitis, penyebabnya bisa infeksi, bisa pula non-infeksi. Berikut penjelasannya:

    Penyebab keratitis non-infeksius antara lain:

    • Cedera akibat goresan benda asing pada kornea. Ini penyebab yang paling umum untuk non-infeksius.
    • Pemakaian lensa kontak yang tidak benar
    • Paparan sinar matahari secara berlebihan
    • Sistem imun yang lemah
    • Kekurangan vitamin A
    • Sindrom mata kering

     

    Sedangkan penyebab keratitis infeksius antara lain infeksi virus, bakteri, jamur, atau parasit. Beberapa di antaranya adalah:

    • Bakteri Pseudomonas aeruginosa dan Staphylococcus aureus
    • Virus herpes simpleks dan virus varicella-zoster
    • Jamur Aspergillus, Candida atau Fusarium
    • Parasit Acanthamoeba

    Faktor Risiko Timbulnya Keratitis

    Meskipun keratitis dapat menyerang siapa saja, ada beberapa faktor risiko yang meningkatkan kemungkinan seseorang mengalaminya, di antaranya:

    1. Memakai lensa kontak terlalu lama
    2. Memakai lensa kontak saat tidur atau berenang
    3. Tidak membersihkan lensa kontak dengan baik
    4. Pernah mengalamai cedera kornea
    5. Menggunakan tetes mata kortikosteroid untuk mengobati penyakit mata
    6. Lemahnya sistem kekebalan tubuh, baik karena suatu penyakit atau menjalani pengobatan yang melemahkan sistem kekebalan tubuh

    Cara Mengobati Keratitis

    Umumnya, keratitis tidak menular (kecuali disebabkan oleh infeksi)dan bisa disembuhkan. Pengobatannya tergantung pada penyebab dan tingkat keparahan, serta kondisi kesehatan pasien secara menyeluruh.

    1. Keratitis non-infeksi

    Keratitis non-infeksi akibat cedera ringan, misalnya tergores lensa kontak, bisa sembuh dengan sendirinya. Namun, untuk membantu mempercepat penyembuhan atau jika terlihat ada infeksi yang terjadi pada mata, dokter akan meresepkan antibiotik dan obat pereda nyeri.

    Pada keratitis akibat fotofobia, dokter mata akan menyarankan pasien menggunakan kacamata  khusus yang bisa mengurangi paparan sinar matahari langsung. Terkadang dokter juga memberikan tetes mata sikloplegik untuk mengurangi fotofobia. Sementara itu pada keratitis akibat sindrom mata kering, dokter mata akan memberikan air mata buatan dan obat yang dapat meredakan keluhan.

    2. Keratitis infeksi

    Pada keratitis bakteri dan jamur, dokter mata akan melakukan eradikasi penyebab infeksi secara agresif dengan obat tetes mata atau oral. Juga pemberian antibiotik menyesuaikan dengan kuman penyebab. Demikian pula pemberian antijamur menyesuaikan dengan jamur penyebab. Demikian pula antivirus menyesuaikan dengan virus penyebabnya.

    Sedangkan keratitis akibat infeksi parasit Acanthamoeba terkadang sulit untuk diobati. Bahkan jika sudah parah, pasien memerlukan transplantasi kornea untuk menyembuhkannya.

    Lama waktu penyembuhan keratitis tergantung pada penyebabnya. Jika disebabkan oleh infeksi bisa berlangsung 2 minggu hingga satu bulan. 

    Cara Mencegah Keratitis

    Umumnya, keratitis terjadi akibat penggunaan lensa kontak yang tidak baik atau tidak bersih. Baik karena lensa kontaknya menggores (penyebab non-infeksi) maupun kotor sehingga menimbulkan infeksi. Oleh karena itu, cara mencegah keratitis di antaranya adalah sebagai berikut:

    • Tidak memakai lensa kontak saat tidur atau berenang
    • Mencuci tangan hingga bersih dan mengeringkannya sebelum memegang lensa kontak
    • Menggunakan produk pembersih khusus untuk membersihkan lensa kontak
    • Mengganti lensa kontak secara teratur sesuai petunjuk penggunaan
    • Mengganti lensa kontak jika telah rusak
    • Hindari menyentuh mata dan area sekitarnya dengan tangan yang tidak steril

    Demikian pembahasan lengkap mengenai keratitis, mulai dari penyebab hingga cara pengobatannya. Mengingat penggunaan lensa kontak merupakan salah satu faktor risiko keratitis non-infeksi, penting bagi Anda untuk berhati-hati dalam menggunakannya. Salah satu cara untuk mengurangi risiko keratitis akibat lensa kontak adalah dengan mempertimbangkan prosedur LASIK.

    National Eye Center menjadi pusat lasik Surabaya yang terpercaya karena prosedurnya ditangani oleh dokter profesional. Anda akan mendapatkan penanganan yang terbaik untuk kesehatan mata Anda yang optimal. 

    Jadwalkan konsultasi sekarang demi kesehatan mata jangka panjang!

    Bebas kacamata selamanya dalam hitungan detik