Operasional: Senin – Jumat | 09:00 – 20:00 WIB – Sabtu | 09:00 – 16:00 WIB

Iritis Mata : Peradangan Iris Mata yang Perlu Diwaspadai

Ditinjau oleh

dr. Diaz Alamsyah Sudiro, SpM

Terakhir diperbaharui pada

5 November 2025

Bagikan

iritis mata

Pernahkah Anda mendengar penyakit Iritis mata? Mungkin sebagian besar orang masih merasa asing dengan penyakit mata ini. Namun perlu diketahui bahwa penyakit mata yang menyerang Iris mata ini cukup berbahaya jika tidak ditangani dengan tepat dan cepat. 

Iritis mata sendiri merupakan salah satu gangguan mata dalam bentuk pembengkakan atau peradangan yang menyerang bagian Iris pada mata. Iris adalah bagian mata yang letaknya mengelilingi pupil dan memiliki warna. Gangguan Iritis bisa berakibat hilangnya penglihatan mata meskipun penyakit ini secara signifikan berbeda dengan Katarak

Baca juga: Katarak Lensa Premium

Penyebab Iritis Mata

Jika berbicara soal penyebabnya, dalam beberapa kasus belum ada kepastian terkait sebab Iritis ini. Namun umumnya Iritis muncul karena adanya cedera, faktor genetik hingga faktor resiko dari penyakit tertentu. Agar lebih jelas, berikut adalah detail penyebab Iritis berdasarkan sebab umum dan faktor resiko.

  1. Penyebab Umum

Ada beberapa penyebab umum yang berpotensi menimbulkan peradangan pada Iris. Beberapa penyebab umum tersebut meliputi cedera mata, Infeksi dari virus, bakteri dan parasit, kebiasaan merokok, efek penggunaan obat-obatan tertentu, Predisposisi genetik, Sarkoidosis, dan lain-lain. 

  1. Faktor Resiko

Selain penyebab umum yang telah disebutkan di atas, ada juga faktor resiko yang mana penderita penyakit tertentu akan lebih beresiko terkena Iritis karena penyakitnya tersebut. Diantara penyakit yang jadi faktor resiko mengalami Iritis mata adalah: 

  • Terdampak infeksi menular seksual seperti HIV/ AIDS, Sifilis, dan lain-lain. 
  • Gangguan autoimun seperti terjadinya kondisi Atritis Reaktif dan Ankylosing Spondylitis.
  • Mengalami gangguan perubahan genetik yang biasa dilabeli dengan HLA-B27. Kondisi ini lebih mudah kemungkinannya terkena Iritis. 

Baca juga: Iris Mata: Anatomi, Fungsi dan Cara Kerja

Gejala Iritis Yang Harus Diwaspadai

Agar bisa lebih aware terhadap gangguan kesehatan yang menyerang Iris Mata, maka berikut ini harus diperhatikan beberapa gejala umumnya. Gejala-gejala ini bisa berkembang dengan cepat secara tiba-tiba. 

  • Adanya rasa tidak nyaman pada salah satu atau kedua mata yang terkena Iritis. 
  • Warna mata tidak normal atau mata merah yang bisa berlangsung lama seiring berkembangnya tingkat keparahan peradangan. 
  • Penglihatan mulai menurun.
  • Lebih sensitif saat terkena cahaya. 

Gejala Iritis mata tidak hanya dialami dalam waktu jam atau harian. Penderita Iritis bahkan bisa mengalami gejala hingga 3 bulan dengan perkembangan gejala yang berbeda-beda. 

Jika gejala berlangsung dan berkembang hingga 3 bulan maka kondisi pasien bisa didiagnosa dengan Iritis Kronis. Sedangkan untuk gejala yang bahkan bisa berkembang parah hanya dalam waktu beberapa jam atau beberapa hari, maka bisa diindikasikan sebagai Iritis Akut. 

Baca juga: Mata Panda

Diagnosis Iritis Mata di NEC

Di Klinik Mata NEC, ada beberapa tahapan pemeriksaan untuk menentukan diagnosa pasien penderita Iritis. Berikut ini adalah beberapa tahapannya: 

  • Mula-mula dokter akan melakukan pemeriksaan pada ketajaman penglihatan dengan metode bagan mata atau tes lain yang disesuaikan. 
  • Proses dilanjutkan dengan pemeriksaan mata menggunakan Slit Lamp atau Microskop khusus yang memiliki lampu untuk melihat lebih detail tanda-tanda peradangan. 
  • Bila diperlukan, dokter mata akan melakukan tindakan pelebaran pupil menggunakan obat tetes mata khusus guna melihat bagian dalam mata secara lebih rinci.
  • Untuk mengetahui kemungkinan adanya komplikasi, dokter juga akan melakukan pemeriksaan intraokular mata dengan metode pemeriksaan fundus. 

Setelah beberapa tahapan tersebut dokter akan memberikan diagnosa terkait Iritis mata yang diderita pasien beserta penanganan yang sebaiknya dilakukan. 

Baca juga: Terapi Mata Minus Anak

Pengobatan Iritis

Penyakit radang Iris atau Iritis mata tentu berbeda dengan gangguan Refraksi seperti Miopi atau Astigmatisme. Karena perbedaan ini sudah pasti penanganannya juga berbeda. 

Jika pada gangguan Refraksi bisa dilakukan tindakan Lasik, maka pengobatan Iritis bisa dilakukan dengan beberapa cara yang disesuaikan dengan kondisi pasien, yaitu: 

1. Obat Tetes Mata

Ada dua jenis obat tetes mata yang mungkin diberikan pada pasien Iritis, yaitu tetes mata Steroid dan Sikloplegik. Obat tetes Steroid berfungsi untuk meminimalisir peradangan. Namun obat ini harus sesuai dengan arahan dokter spesialis mata. 

Sedangkan obat tetes Sikloplegik dapat digunakan untuk mengurangi rasa nyeri pada mata yang terkena Iritis. Selain itu obat ini juga dapat meminimalisir resiko komplikasi yang mengganggu fungsi pupil. 

Baca juga: Mata Minus

2. Terapi Penyebab Dasar dari Iritis

Selain obat tetes mata, Iritis juga bisa ditangani dengan melakukan terapi. Terapi yang dimaksud di sini adalah terapi yang berkaitan dengan penyebab dasar dari peradangan Iris tersebut. Jadi perlu adanya konsultasi dokter mata terlebih dulu untuk mengetahui penyebab dasar terjadinya gangguan Iris ini. 

3. Tindakan Darurat 

Tingkat keparahan Iritis mungkin berbeda-beda pada pada tiap pasien. Jika Iritis belum terlalu parah biasanya masih bisa ditangani dengan obat tetes atau terapi. Namun jika sudah sangat parah dan tidak bisa sembuh dengan dua metode pengobatan tersebut, maka biasanya dokter akan mengambil tindakan darurat berupa operasi. Tentu saja operasi yang dilakukan ini berbeda dengan operasi Katarak atau operasi ringan lainnya. 

Baca juga: 7 Obat Alami Untuk Mata Merah dan Iritasi 

Komplikasi Iritis Yang Tidak Ditangani

Sebagai salah satu gangguan mata yang cukup beresiko, Iritis mata yang Tidak segera mendapatkan penanganan tentu sangat berpotensi menimbulkan komplikasi penyakit mata lain yang bisa jadi lebih parah. 

Beberapa penyakit komplikasi yang bisa saja timbul akibat keterlambatan penanganan adalah seperti Katarak, Glaukoma, Pupil tidak teratur, Pembengkakan pada Retina hingga endapan kalsium yang terjadi di dalam Kornea. 

Semua komplikasi tersebut sangat berpotensi mengganggu fungsi penglihatan pasien hingga kemungkinan terjadinya kebutaan. Jika sudah mengalami gejala Mata merah dan nyeri, jangan dibiarkan! Segera lakukan pemeriksaan ke dokter spesialis mata NEC dengan layanan pemeriksaan yang lengkap dan kualitas terbaik. 

Baca juga: Katarak

Tonton juga video edukasi kesehatan mata lainnya hanya di channel NEC seperti video berikut: