Operasional: Senin – Jumat | 09:00 – 20:00 WIB – Sabtu | 09:00 – 16:00 WIB

Hifema: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobati

Ditinjau oleh

dr. Evy Irmawaty Apidian, SpM

Terakhir diperbaharui pada

5 November 2025

Bagikan

Hifema: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobati

Hifema mungkin istilah yang masih asing bagi orang awam dalam penyakit mata. Biasanya istilah yang dikenali Masyarakat dalam penyakit mata seperti Miopi, silinder atau katarak. Namun tanpa disadari sudah banyak kasus masyarakat indonesia yang terkena penyakit ini.

Hifema adalah salah satu istilah penyakit mata yang timbul dengan ditandai mata berdarah yang biasanya timbul pada mata anak atau bahkan orang yang Anda kenal. Permasalahan ini termasuk kedalam permasalahan mata yang cukup kompleks seperti katarak yang dapat menyebabkan kebutaan sehingga perlu langsung ditangani. Nah maka dari itu disini Minel akan membahas mengenai permasalahan hifema itu sendiri. Yuk simak ulasan selengkapnya!

Penyebab Terjadinya Hifema

Seperti yang telah dijelaskan oleh Dr. Pinky Endriana H, SP.M Hifema adalah pendarahan yang mengumpul pada bilik mata depan atau bola mata yang letaknya di dalam sehingga tidak bercucuran keluar. Penyebab dari Hifema sendiri ada beberapa macam, meliputi :

  1. Trauma pada mata seperti terkena benturan, menurut Dr. Pinky Endriana H, SP.M hifema biasanya di temukan bagi para pemain bulu tangkis karena terkena shuttlecock bulu tangkis sehingga menyebabkan mata trauma dan terjadi pendarahan di area sekitar bilik mata yang dinamakan Hifema atau juga bisa terjadi secara spontan.
  2. Retinopati Diabetik, akibat pertumbuah pembuluh darah abnormal ini bisa sebabkan pendarah pada bilik mata.
  3. Riwayat operasi mata, seperti operasi Katarak, operasi Glaukoma, operasi Retina.

Hifema memiliki jenis yang berbeda beda ada yang pendarahannya hanya sedikit tergantung dengan penyebabnya tapi bisa juga menjadi bertambah banyak pendarahannya bahkan bisa sampai menutupi bilik mata. Nah apabila sudah menutupi bilik mata biasanya sudah tidak bisa melihat. Dr. Pinky Endriana H, SP.M juga menjelaskan biasanya penyakit ini banyak ditemukan di bulan puasa karena terkena benturan tutup botol yang terlempar ke mata dan berpotensi munculnya Hifema.

 Baca Juga: Uveitis: Penyebab, Gejala, Cara Mengobati

Gejala Yang Ditimbulkan Hifema

Gejala Yang Ditimbulkan Hifema

Seperti yang telah dijelaskan Hifema terjadi ketika darah mengumpul di dalam ruang depan mata, yaitu di antara kornea dan iris mata. Yang mana biasanya terjadi sebagai akibat dari cedera mata. Gejala dari penyakit ini dapat bervariasi tergantung pada seberapa parah cedera mata tersebut. Beberapa gejala umum yang mungkin dialami oleh seseorang dengan hifema yaitu.

  1. Penglihatan kabur hal ini terjadi akibat kumpulan darah di depan mata dapat menghalangi cahaya masuk ke mata dan menyebabkan penglihatan menjadi kabur namun pengobatan yang harus di berikan bukan lah lasik.
  2. Orang yang terkena penyakit ini juga biasanya akan merasakan nyeri mata disertai rasa sakit atau ketidaknyamanan di mata yang terluka.
  3. Perubahan warna mata Karena darah ada di antara kornea dan iris, mata yang terluka dapat berubah warna.
  4. Air mata berlebihan karena mata yang terluka dapat menghasilkan lebih banyak air mata sebagai respons terhadap iritasi dan peradangan.

penyakit ini sangat memerlukan perhatian medis segera karena dapat menyebabkan masalah serius yang berpotensi merusak saraf mata. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal mengalami penyakit ini setelah cedera mata, segera hubungi klinik mata dan menemui dokter mata terdekat untuk evaluasi dan perawatan lebih lanjut. Jangan mencoba mengobati sendiri.

Baca juga : Bercak Merah Pada Mata: Penyebab dan Cara Mengatasinya  

Perbedaan Hifema Dan Perdarahan Subkonjungtiva

Perbedaan Hifema Dan Perdarahan Subkonjungtiva

Meskipun keduanya melibatkan darah di mata, hifema dan perdarahan subkonjungtiva adalah dua kondisi yang sangat berbeda. Memahami perbedaannya sangat penting untuk penanganan yang tepat, berikut ini perbedaannya :

Hifema 

Merupakan darah yang terkumpul di dalam ruang anterior mata. Kondisi ini sering kali disebabkan oleh trauma atau cedera pada mata yang cukup signifikan, yang mengakibatkan kerusakan pada pembuluh darah di iris atau badan siliar. Darah yang terkumpul bisa terlihat sebagai lapisan merah di bagian bawah mata, menghalangi pandangan, dan dapat menyebabkan peningkatan tekanan bola mata.

Perdarahan Subkonjungtiva 

Merupakan pecahnya pembuluh darah kecil di bawah konjungtiva, yaitu selaput bening yang menutupi sklera mata. Darah yang keluar akan menyebar di bawah konjungtiva, membuat bagian putih mata terlihat sangat merah terang. Penyebabnya bisa bermacam-macam, mulai dari batuk keras, bersin, mengejan, muntah, cedera mata ringan, atau bahkan tidak diketahui penyebabnya.

Apakah hifema bisa sembuh dengan sendirinya?

Beberapa kasus hifema ringan memang dapat sembuh dengan sendirinya seiring waktu dalam kurun waktu 1-2 minggu, di mana darah akan diserap kembali oleh tubuh. Namun, ini bukan berarti Anda boleh menunda pemeriksaan medis. Pemeriksaan dokter mata tetap perlu untuk dilakukan guna mencegah terjadinya komplikasi lain, seperti risiko terjadinya Glaukoma Sekunder, Kerusakan Kornea, Perdarahan Berulang. Jangan abaikan kondisi tersebut dengan memastikannya di Klinik mata terdekat.

Cara Pengobatan Hifema

Hifema yang disertai dengan komplikasi lain, seperti Glaukoma, kerusakan saraf, atau kerusakan Kornea dapat berisiko menyebabkan kebutaan permanen. Oleh karena itu pengobatan dokter mata tetap penting untuk dilakukan. 

Menurut Dr. Pinky Endriana H, SP.M cara pengobatannya harus langsung ke dokter mata karena sudah termasuk Emergency sehingga perlu ke dokter dan nanti biasanya diperlukan rawat inap karena pasien harus Bed Rest Total dan dapat dimonitor tenaga medis agar tidak terjadi pendarahan ulang. Mungkin terdengar hampir sama dengan penyembuhan katarak yang harus melakukan operasi Katarak Lensa Premium atau penyembuhan miopi yang harus melakukan lasik sehingga harus dirawat di rumah sakit.

perawatan medis yang akan diberikan nantinya adalah anti Fibrinolitik, anti nyeri dan tambahan obat apabila terjadi komplikasi. Dan apabila tidak membaik dalam 5 hari disertai dengan peningkatan tekanan intraokular, atau didapatkan Hemosiderosis maka diperlukan operasi dalam pengobatan ini.

Pencegahan Hifema Dapat Dilakukan Dengan Cara Apa?

Pencegahan Hifema Dapat Dilakukan Dengan Cara Apa?

Mencegah hifema sebagian besar berfokus pada pencegahan cedera mata. Karena trauma adalah penyebab paling umum, langkah-langkah pencegahan berikut bisa Anda terapkan, meliputi : 

1. Gunakan Pelindung Mata 

Ini adalah langkah pencegahan paling penting. Selalu kenakan kacamata pelindung atau goggle saat melakukan aktivitas berisiko tinggi seperti, Olahraga, bekerja, atau aktivitas lain di luar ruangan. 

2. Hindari Kekerasan Fisik

Jauhkan diri dari situasi yang berpotensi menimbulkan kekerasan atau pertengkaran fisik.

3. Hati-hati Saat Bermain

Awasi anak-anak saat bermain, terutama dengan benda-benda yang bisa menjadi proyektil atau menyebabkan cedera mata. Pastikan mainan aman dan sesuai usia.

4. Lindungi Mata dari Benda Asing

Saat berada di lingkungan berangin atau berdebu, pertimbangkan untuk memakai kacamata untuk mencegah partikel masuk ke mata.

5. Perhatikan Kesehatan Mata Secara Menyeluruh

Jika Anda memiliki kondisi medis tertentu (misalnya, gangguan pembekuan darah atau riwayat glaukoma), diskusikan dengan dokter mata tentang langkah-langkah pencegahan tambahan.

Itulah penjelasan mengenai hifema yang perlu anda ketahui. Jika Anda memiliki pertanyaan atau kekhawatiran mengenai kondisi ini maka Anda bisa langsung datang ke National Eye Center merupakan tempat lasik kredibel di surabaya disana Anda akan mendapatkan info yang lebih detail dan banyak informasi informasi penting seputar mata, mulai dari mata panda, hingga terapi mata minus anak yuk buruan datang sekarang juga!

Sumber: Dr. Pinky Endriana H, SP.M

Silakan Saksikan Video Lain Tentang Kesehatan Mata: