Eksim di kelopak mata (Eyelid Dermatitis) adalah kondisi munculnya bercak bersisik di area kelopak mata. Eksim pada kelopak mata dapat diatasi melalui kombinasi perawatan mandiri menggunakan pelembab hypoallergenic atau pengobatan medis dengan krim kortikosteroid ringan.
Karena kulit kelopak mata sangat sensitif, menghindari pemicu dan konsultasi dengan ahli adalah kunci pemulihan. Mari simak informasi selengkapnya untuk tentang 9 cara pengobatan eksim di kelopak mata!
Apa Itu Eksim Kelopak Mata (Eyelid Dermatitis)?

Eksim di kelopak mata atau dikenal dengan Eyelid Dermatitis adalah suatu kondisi peradangan pada kulit di sekitar mata yang ditandai dengan rasa gatal, kemerahan, bengkak, serta kulit yang mengering atau mengelupas. Eksim kelopak mata merupakan jenis penyakit kulit eksematosa.
Menurut literatur ilmiah British Journal of Dermatology (2023), sekitar 44% kasus eksim pada kelopak mata disebabkan oleh alergi kontak terhadap bahan seperti kosmetik, krim wajah, atau obat tetes mata, sementara sekitar 25% lainnya berkaitan dengan atopic dermatitis atau riwayat alergi bawaan seperti asma dan rinitis alergi.
Mayoritas penderita eksim mata adalah perempuan, fakta ini didukung dari sejumlah studi University Hospital Erlangen dan Information Network of Departments of Dermatology (IVDK) di Jerman menemukan bahwa wanita lebih sering mengalami eksim mata, terutama mereka yang rutin menggunakan produk kosmetik di area mata. Alergen umum yang memicu reaksi ini meliputi bahan pengawet, logam seperti nikel, parfum, dan antibiotik topikal seperti neomycin.
Baca juga: Iritis Mata : Peradangan Iris Mata yang Perlu Diwaspadai
Penyebab Eksim di Kelopak Mata
Eksim di kelopak mata, juga dikenal sebagai dermatitis atopik, adalah kondisi kulit yang umum terjadi karena reaksi alergi, iritasi, infeksi, stres, keringat, sistem imun tubuh. Permasalahan ini sangat mengkhawatirkan Walau bukan seperti miopi yang langsung menyerang penglihatan namun efeknya yang terasa gatal akan sangat mengganggu. Beberapa penyebab umum eksim di kelopak mata meliputi:
1. Reaksi alergi
Kontak dengan zat-zat tertentu seperti kosmetik, produk perawatan kulit, deterjen, atau bahkan debu dan serbuk sari dapat menyebabkan reaksi alergi pada kulit di sekitar mata, yang kemudian dapat berkembang menjadi eksim di kelopak mata.
2. Iritasi
Kulit yang sensitif dapat merespons iritasi dari produk-produk tertentu atau dari faktor lingkungan seperti paparan sinar matahari yang berlebihan atau udara yang kering.
3. Stres
Faktor psikologis seperti stres dan kecemasan dapat mempengaruhi kondisi kulit, Selain menimbulkan mata panda di sekitar kelopak mata. Stres dapat memicu eksim di kelopak mata atau memperburuk gejalanya.
4. Riwayat keluarga
Ada bukti bahwa faktor genetik dapat berperan dalam resiko seseorang mengalami dermatitis atopik, sehingga riwayat keluarga dengan kondisi ini dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami eksim di kelopak mata.
5. Infeksi
Infeksi bakteri atau jamur di sekitar mata dapat menyebabkan peradangan dan iritasi pada kulit, yang dapat menyebabkan eksim di kelopak mata.
6. Keringat
Peningkatan produksi keringat di sekitar mata, terutama pada cuaca panas atau saat berolahraga, dapat menyebabkan iritasi dan peradangan pada kulit yang rentan, yang pada gilirannya dapat memicu eksim.
7. Sistem kekebalan tubuh
Gangguan pada sistem kekebalan tubuh juga dapat memainkan peran dalam perkembangan dermatitis atopik, dengan respons kelebihan terhadap stimulasi tertentu yang menyebabkan peradangan pada kulit.
Penting untuk memahami bahwa penyebab eksim di kelopak mata bisa berbeda-beda untuk setiap individu. Jika Anda mengalami gejala eksim di sekitar mata, penting untuk berkonsultasi dengan dokter yang tepat dan rekomendasi perawatan yang sesuai.
Baca Juga: Pengguna Softlens Terinfeksi Jamur, Mimpi Buruk Yang Ditandai Keluhan Ini
Gejala Eksim di Kelopak Mata

Gejala eksim di kelopak mata dapat bervariasi antara individu, tetapi beberapa gejala umum yang sering terjadi termasuk:
1. Ruam
Kelopak mata biasanya akan terlihat merah, kering, dan bersisik. Ruam ini dapat terjadi secara lokal di sekitar mata atau menyebar ke area lain di sekitar mata.
2. Gatal
Salah satu gejala yang paling umum dari eksim adalah rasa gatal yang parah. Gatal yang intens dapat menyebabkan rasa tidak nyaman dan mendorong individu untuk menggaruk, yang pada gilirannya dapat memperburuk kondisi kulit.
3. Pembengkakan
Kulit di sekitar kelopak mata dapat menjadi bengkak dan terasa lebih tebal atau berat.
4. Kulit kering
Daerah yang terkena eksim cenderung menjadi sangat kering dan terkadang pecah-pecah atau bersisik.
5. Kerak
Kerak kecil atau lepuh dapat terbentuk di atas area yang terkena eksim, terutama jika kulit telah teriritasi atau terinfeksi.
6. Nyeri atau sensasi terbakar
Beberapa individu dengan eksim di kelopak mata juga mengalami sensasi nyeri atau terbakar di area yang terkena.
7. Sensitivitas terhadap rangsangan
Kulit di sekitar mata mungkin menjadi lebih sensitif terhadap rangsangan seperti sinar matahari, kosmetik, atau produk perawatan kulit.
Jika Anda mengalami gejala-gejala ini atau memiliki kecurigaan bahwa Anda mungkin memiliki eksim di kelopak mata, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter mata atau dermatologis untuk diagnosis yang tepat dan rekomendasi perawatan yang sesuai.
Baca Juga: Skleritis: Mata Meradang Yang Sering Diremehkan
Cara Pengobatan Eksim Mata

Pengobatan untuk eksim di kelopak mata dapat bervariasi tergantung pada tingkat keparahan gejalanya dan penyebabnya walau tidak sampai memerlukan pembedahan seperti operasi katarak lensa premium. Berikut beberapa metode pengobatan yang umum digunakan:
1. Krim atau Salep Topikal
Dokter mungkin meresepkan krim atau salep kortikosteroid topikal untuk mengurangi peradangan, gatal, dan kemerahan. Salep ini biasanya efektif untuk mengatasi eksim ringan hingga sedang. Namun, penggunaan jangka panjang kortikosteroid harus diawasi karena dapat menyebabkan efek samping.
2. Emolien
Penggunaan krim pelembab atau emolien secara teratur dapat membantu menjaga kelembaban kulit dan mencegah kekeringan, yang dapat memperburuk gejala eksim.
3. Antihistamin
Untuk mengurangi rasa gatal, dokter mungkin meresepkan antihistamin oral atau topikal.
4. Imunomodulator Topikal
Untuk kasus eksim yang lebih parah, dokter mungkin meresepkan imunomodulator topikal seperti tacrolimus atau pimecrolimus untuk mengurangi peradangan.
5. Obat Anti-inflamasi non steroid (NSAID) Topikal
Beberapa NSAID topikal dapat membantu mengurangi peradangan dan gatal tanpa efek samping yang sama dengan kortikosteroid.
6. Terapi Cahaya
Terapi cahaya ultraviolet (UV) kadang-kadang dapat direkomendasikan untuk kasus eksim yang parah. Terapi cahaya UVB dan PUVA (psoralen plus ultraviolet A) dapat membantu mengurangi peradangan dan memperbaiki kondisi kulit.
7. Penghindaran Pemicu
Menghindari faktor-faktor pemicu yang dapat memperburuk eksim, seperti alergen atau iritan tertentu, dapat membantu mencegah kambuhnya eksim.
8. Perubahan gaya hidup
Mengadopsi gaya hidup yang sehat, termasuk menjaga kebersihan kulit, menghindari stres, memperhatikan pola makan yang sehat, dan memperhatikan faktor-faktor lingkungan yang dapat mempengaruhi kulit, juga dapat membantu mengelola eksim.
9. Perawatan Tambahan
Dalam beberapa kasus, dokter dapat merekomendasikan perawatan tambahan seperti kompres dingin atau terapi wet wrap untuk mengurangi peradangan dan gatal.
Penting untuk berkonsultasi dengan dokter atau dermatologis sebelum memulai pengobatan apa pun untuk eksim di kelopak mata atau area kulit lainnya. Mereka dapat memberikan diagnosis yang tepat dan meresepkan pengobatan yang sesuai dengan kondisi Anda.
Jika anda mengalami hal tersebut anda bisa datang ke National Eye Center untuk berkonsultasi dengan dokter terpercaya tak hanya itu di NEC juga anda akan mendapat banyak informasi seputar mata lainnya. Selain itu NEC merupakan tempat lasik kredibel di surabaya jadi tunggu apalagi!
Saksikan Video Kesehatan Mata Lainnya











