Brown McLean Syndrome (BMS) mungkin masih asing bagi sebagian besar orang karena sindrom mata ini cukup jarang terdengar dan terjadi.
Sindrom pada mata ini memiliki beberapa kondisi khusus yang dapat menyebabkan kemunculannya. Sama seperti gangguan kesehatan mata lainnya, BMS juga memiliki gejala dan cara penanganannya.
Namun sebelum membahas lebih lanjut terkait gejala, penyebab hingga pengobatannya, mari pelajari terlebih dulu tentang pengertiannya.
Apa Itu Brown McLean Syndrome Pada Mata
Brown McLean Syndrome atau yang biasa dikenal dengan singkatan MBS merupakan salah satu jenis sindrom yang terjadi pada mata. Sindrom ini berbeda dengan kondisi sekedar mata merah atau mata gatal. Pada kondisi pasien yang mengalami sindrom ini, kornea inferior perifer dengan ukuran 2-3 mm mengalami edema.
Edema tersebut seiring waktu berkembang secara melingkar hingga kornea inferior perifer tersebut tidak sampai mengenai kornea sentral. Edema pada kornea perifer awalnya disebut sebagai gangguan setelah ekstraksi Katarak.
Brown McLean Syndrome umumnya dialami oleh lansia namun dalam beberapa kasus usia muda pun bisa mengalaminya. Terjadinya sindrom mata yang satu ini tidak serta merta secara langsung pasca operasi. Biasanya kondisi Brown McLean Syndrome baru akan terjadi pada beberapa tahun sekitar 6 hingga 16 tahun pasca operasi.
Baca juga: Katarak Lensa Premium
Penyebab Brown McLean Syndrome
Seperti yang sekilas dijelaskan sebelumnya, ada beberapa kondisi yang menjadi faktor penyebabnya terjadinya Brown McLean Syndrome. Biasanya kondisi BMS memang dialami pasca operasi, namun ternyata pasien dengan indikasi gangguan mata tertentu pun bisa mengalaminya.
Beberapa jenis tindakan operasi yang berkaitan dengan terjadinya kondisi BMS ini adalah seperti operasi Katarak Lensa Premium atau Phacoemulsifikasi, operasi lensa intraokular bilik anterior dan operasi lain tertentu.
Sementara itu, untuk kasus Brown McLean Syndrome yang tidak didasari dengan tindak operasi adalah seperti Resorpsi Lensa Spontan, Keratokonus, Distrofi Miotonik, Endotelitis, dan Subluksasi Lensa.
Baca juga: Apa Itu Sindrom Duane pada Mata
Gejala dan Diagnosis
Gejala yang paling umum dialami oleh penderita Brown McLean Syndrome adalah mata terasa seperti mengganjal atau terasa seperti ada benda asing dalam mata. Selain itu pasien juga akan mengalami sensitivitas terhadap cahaya.
Pada proses diagnosanya, dokter mata akan menggunakan mikroskopi spekular untuk memastikan jumlah serta morfologi endotel kornea sentral tetap dalam kondisi normal. Selain itu dokter juga akan menggunakan mikroskopi konfokal in vivo untuk memeriksa bagian kornea perifer. Biasanya kondisi tidak normal akan menunjukkan saraf kornea yang ukurannya membesar dan epitel basal serta fibrosis lapisan Bowman bentuk maupun ukurannya tidak teratur.
Namun dalam beberapa kasus kondisi tersebut masih dalam kategori normal. Kondisi abnormal bisa juga dibaca saat keratosit yang besar dan berkelompok dengan inti yang cukup menonjol pada stroma posterior. Saraf kornea pun bisa jadi menebal. Dokter juga kemungkinan menggunakan mikroskop elektron untuk melihat sel endotel yang rusak pada Descement.
Baca juga: Sjogren’s Syndrome: Pengertian dan 8 Gejalanya pada Mata
Cara Mengatasi Brown McLean Syndrome

Untuk mengatasi Brown McLean Syndrome secara umum ada dua tindakan yang bisa diambil, yaitu terapi medis dan pembedahan. Satu diantara dua tindakan yang akan diambil biasanya disesuaikan dengan kondisi dari Syndrome itu sendiri.
Terapi Medis
Pada BMS yang responsif terhadap Steroid Topikal dan Hipertonik bisa melakukan terapi medis yang lebih mendukung.
Pada kondisi tersebut biasanya terjadi Edema Kornea Perifer. Terapi medis juga bisa dilakukan menggunakan lensa kontak khusus yang bisa mentolerir kondisi pasien dengan Syndrome tersebut.
Secara signifikan lensa kontak yang digunakan berbeda dengan lensa untuk penderita Miopi atau rabun jauh maupun dekat.
Baca juga: Mata Minus
Perawatan Bedah
Cara kedua untuk mengatasi BMS adalah dengan tindakan pembedahan. Tindakan ini umumnya dibutuhkan pada kasus BMS dengan Simtomatik atau Refrakter.
Selain itu, BMS juga terkadang mengakibatkan Bula Epitel berulang sekunder yang disarankan untuk menggunakan tindakan pembedahan sebagai cara mengatasinya. Pada kasus tersebut dibutuhkan transplantasi Membran Amnion Annular dengan dua Trephine yang masing-masing nya memiliki diameter berbeda.
Kedua Trephine tersebut diletakkan pada sisi membran dasar dan posisinya menghadap ke atas. Tindakan ini cukup efektif digunakan serta terdapat dampak baik untuk mempertahankan ketajaman pada penglihatan sentral. Perawatan bedah ini berbeda dengan tindakan Lasik yang umumnya dilakukan pada penderita gangguan Refraksi.
Brown McLean Syndrome bisa membuat penderitanya merasa tidak nyaman. BMS berkaitan dengan Edema yang terjadi pada Kornea Inferior Perifer. BMS bisa terjadi pasca operasi Katarak. BMS bisa dicegah lebih awal dengan melakukan pemeriksaan mata secara rutin. Jangan lupa juga untuk selalu menjaga kesehatan mata dengan pola hidup yang sehat.
Tonton informasi kesehatan mata lain seperti video berikut :

















