Salah satu kelainan refraksi adalah astigmatisme atau mata silinder. Apa itu astigmatisme (silinder), penyebab, ciri, dan bagaimana cara menyembuhkannya? Disini minel akan membahas detail terkait mata silinder, yuk simak selengkapnya!
Pengertian Astigmatisme
Astigmatisme atau silinder adalah kondisi optik mata, di mana sinar-sinar sejajar tidak dibiaskan pada satu titik fokus tunggal. Lasik Advisor National Eye Center (NEC) dr. Hani Faradis, Sp.M menjelaskan bahwa silinder adalah suatu kelainan yang pasien alami sehingga fokusnya tidak jelas, penglihatannya berbayang, dan sering pusing. Akibatnya, ia sering memicingkan mata dan terhambat aktivitasnya. Seseorang bisa mengalami silinder saja, bisa juga mengalami silinder bersama miopia (rabun jauh) dan hipermetropi (rabun dekat).
Penyebab Astigmatisme
Penyebab mata silinder silinder adalah kelengkungan (kurvatura) dan kekuatan refraksi permukaan kornea dan/atau lensa yang berbeda-beda di antara berbagai meridian sehingga terdapat lebih dari satu titik fokus. Hingga saat ini belum dapat dipastikan apa yang memicu kelainan tersebut. Dugaan kuat, kelainan tersebut terkait dengan faktor keturunan. Sehingga, sering kali astigmatisme terjadi sejak lahir.
Namun, mata silinder ini juga bisa terjadi akibat cedera pada mata, atau karena efek samping operasi mata. Selain itu, ada beberapa faktor lain yang dapat meningkatkan risiko kelainan refraksi ini:
- Infeksi yang mengakibatkan jaringan parut pada kornea
- Miopia (rabun jauh) atau rabun dekat (hipermetropi) yang sudah parah
- Melakukan operasi mata yang menyebabkan adanya perubahan kornea
- Gangguan mata lainnya, seperti keratoconus (degenerasi kornea) atau penipisan kornea
- Adanya benjolan pada kelopak mata yang menekan kornea
- Terlahir prematur atau stunting
- Mengalami sindrom down
Baca juga: Persiapan Sebelum LASIK
Gejala Astigmatisme
Dr. Hani Faradis, Sp.M menjelaskan, orang yang mengalami mata silinder, umumnya mengalami:
- penglihatan kabur atau sering berbayang
- sering memicingkan mata ketika melihat jauh maupun dekat
- mengeluh kesulitan membaca tulisan yang kecil
- sakit kepala, mata tegang dan lelah setelah membaca atau memakai gadget
- pada gangguan mata silinder yang ringan, gangguan penglihatan mungkin tidak terjadi secara signifikan
Baca juga: Pertanyaan Seputar LASIK
Jenis-Jenis Astigmatisme
Untuk memahami astigmatisme secara menyeluruh, penting untuk mengetahui berbagai jenisnya. Di bawah ini, kita akan membahas jenis-jenis astigmatisme berdasarkan klasifikasinya.
Berdasarkan Meridian Utama
Jenis astigmatisme berdasarkan meridian utama mengacu pada orientasi sumbu astigmatisme. Berdasarkan orientasi sumbu ini, astigmatisme dapat dibedakan menjadi dua jenis utama, yaitu astigmatisme reguler dan astigmatisme ireguler.
1. Astigmatisme Reguler
Astigmatisme reguler terjadi jika meridian utama sistem optik mata memiliki orientasi yang konstan sepanjang pupil dan perbedaan kekuatan refraksi-nya juga konstan. Jenis astigmatisme ini dibagi lagi menjadi tiga, yaitu
- Astigmatisme with-the-rule: silinder yang kekuatan pembiasan terbesarnya berada di meridian vertikal. Silinder jenis ini banyak terjadi pada anak-anak.
- Astigmatisme against-the-rule: silinder yang kekuatan pembiasan terbesarnya berada di meridian horizontal.
- Astigmatisme oblik: silinder yang kekuatan pembiasan terbesarnya berada di meridian di sekitar 45° dan 135°
2. Astigmatisme Ireguler
Astigmatisme ireguler terjadi ketika orientasi meridian utama dan besaran silinder berubah-ubah di sepanjang bukaan pupil. Jenis astigmatisme ini dapat diklasifikasikan menjadi dua, yaitu astigmatisme ireguler makro dan astigmatisme ireguler mikro.
Berdasarkan orientasi dan posisi garis fokusnya
Berdasarkan orientasi dan posisi garis fokusnya, astigmatisme atau silinder dibedakan menjadi lima jenis utama:
1. Astigmatisme miopia simpleks
Astigmatisme miopia simpleks (simple myopic astigmatism) adalah silinder dengan satu garis fokus pada retina. Garis lainnya terletak di depan retina.
2. Astigmatisme miopia kompositus
Astigmatisme miopia kompositus (compound myopic astigmatism) adalah silinder dengan kedua garis fokus terletak di depan retina.
3. Astigmatisme hipermetropi simpleks
Astigmatisme hipermetropi simpleks (simple hypermetropic astigmatism) adalah silinder dengan satu garis fokus pada retina. Garis lainnya terletak di belakang retina.
4. Astigmatisme hipermetropi kompositus
Astigmatisme hipermetrop kompositus (compound hypermetropic astigmatism) adalah silinder dengan kedua garis fokus terletak di belakang retina.
5. Astigmatisme mikstus
Astigmatisme mikstus (mixed astigmatism) adalah silinder dengan satu garis fokus berada di depan retina dan garis fokus lain berada di belakang retina.
Cara Mendiagnosis Astigmatisme
Diagnosis astigmatisme biasanya dilakukan melalui serangkaian pemeriksaan mata yang komprehensif oleh dokter spesialis mata menggunakan alat berikut:
- Juring astigmat (astigmatism dial technique)
- Jackson-cross cylinder
- Keratometer: untuk mengukur kelengkungan kornea.
- Cakram placido: untuk memeriksa permukaan kornea dan memperkirakan kelengkungan kornea secara sederhana.
- Topografi kornea terkomputerisasi: untuk memberikan gambaran permukaan kornea lebih menyeluruh.
Baca juga: Operasi LASIK
Cara Menyembuhkan Silinder

Ada dua hal sebagai tata laksana kelainan refraksi ini. Pertama, untuk sekadar mengoreksi. Kedua, untuk mengoreksi permanen (menyembuhkan).
Untuk mengoreksinya, bisa menggunakan kacamata atau lensa kontak. Koreksi ini menggunakan kacamata silindris (lensa silinder). Pada silinder irreguler, lensa kontak bisa memberikan koreksi yang lebih baik. Ia juga memberikan penglihatan yang lebih tajam dan lebih luas.
silinder with-the-rule dikoreksi dengan lensa silinder negatif pada aksis sekitar 180°. Sedangkan pada against-the-rule, koreksinya dengan lensa silinder pada aksis sekitar 90°.
Ada pun untuk mengoreksi secara permanen atau menyembuhkan, perlu tindakan bedah refraktif yaitu operasi LASIK. Ada tiga metode dan semuanya tersedia di National Eye Center (NEC):
ReLEx® SMILE
Relex SMILE atau lebih tepatnya ReLEx® SMILE (Refractive Lenticule Extraction – Small Incision Lenticule Extraction) adalah metode bedah refraktif yang lebih canggih dari PRK dan LASIK, hampir tidak terasa sakit dan pemulihannya lebih cepat.
Relex SMILE merupakan generasi ketiga Laser Vision Correction (LVC). Prosedurnya hanya membutuhkan sedikit sayatan (2-4mm) sehingga rasa sakitnya hampir tidak terasa. Ia juga tanpa flap.
Selain itu, Relex SMILE juga dapat meminimalisasi efek samping pasca operasi seperti mata kering. Secara keseluruhan, prosedur Relex SMILE cenderung sangat nyaman dan proses pemulihan penglihatan sangat cepat.
Femto Lasik
FEMTO LASIK (Laser Assisted In-Situ Keratomielusis) adalah metode bedah refraktif terkini untuk mengatasi kelainan refraksi (rabun jauh/rabun dekat/silinder) dengan minim rasa sakit dan pemulihan cepat.
Femto LASIK merupakan generasi kedua Laser Vision Correction (LVC). Proses pemulihan berlangsung cepat, dampak pasca operasi lebih nyaman daripada PRK, dan efek terjadinya mata kering pasca LASIK lebih ringan.
Lasek (PRK)
PRK adalah singkatan dari Photorefractive Keratectomy. Yakni prosedur bedah refraktif yang masih tetap digunakan untuk pasien LASIK dengan kondisi mata tertentu.
PRK atau sering disebut Lasek merupakan generasi pertama Laser Vision Correction (LVC). Prosedur PRK dilakukan dengan ablasi atau dilepasnya permukaan kornea. []
Apabila anda terkena mata silinder dan ingin melakukan lasik agar terbebas dari kacamata, anda bisa langsung datang ke National Eye Center yaitu salah satu tempat lasik yang kredibel. Disana anda bisa konsultasi kepada dokter terpercaya guna untuk melakukan operasi lasik. Yuk segera datang sekarang juga!
Referensi:
American Academy of Ophtalmology. Clinical Optics; 2017-2018 Basic and Clinical Science Course. San Fransisco: American Academy of Ophtalmology; 2018
Universitas Indonesia Faculty of Medicine. Buku Ajar Oftalmologi. Jakarta: UI Publishing; 2020
dr. Hani Faradis, Sp.M. 2021. Mata Silinder, Bahaya? Dalam Eye Knowledge – Things That Must be Mastered to Make Your Patient Happy, Surabaya, 17 April.
Saksikan juga video kesehatan mata lainnya

















