Operasional: Senin – Jumat | 09:00 – 20:00 WIB – Sabtu | 09:00 – 16:00 WIB

Angkat Beban Meningkatkan Tekanan Mata: Benarkah?

Ditinjau oleh

dr. Denisa Rosati, SpM

Terakhir diperbaharui pada

5 November 2025

Bagikan

angkat beban meningkatkan tekanan mata

Baru-baru ini olahraga menjadi hal yang sedang trend di Indonesia. Salah satu jenis olahraga yang menjadi trend di Indonesia adalah olahraga angkat beban. Olahraga angkat beban ini biasanya dilakukan di arena Gym atau bisa juga secara mandiri di rumah dengan fasilitas alat-alat tertentu. 

Olahraga angkat beban memang dipercaya dapat menambah kekuatan otot sehingga banyak diminati. Meskipun punya efek yang sangat bagus bagi tubuh, namun ada hal yang masih menjadi pertanyaan para pecinta angkat beban. Apakah angkat beban meningkatkan tekanan mata? 

Penjelasan Tentang Benarkah Angkat Beban Meningkatkan Tekanan Mata

Olahraga angkat beban memang harus melibatkan otot di setiap bagian tubuh. Saat tubuh mengangkat beban berat, tentu akan terjadi tekanan pada beberapa titik tertentu. Apakah tekanan ini termasuk tekanan pada mata

Jawabannya, ya memang olahraga angkat beban bisa meningkatkan tekanan intraokular yang menyebabkan seseorang bisa beresiko terkena Glaukoma. Glaukoma sendiri punya efek kebutaan yang sampai saat ini belum bisa disembuhkan secara total 100%. 

Namun tentu saja proses meningkatnya tekanan intraokular ini tidak secara instan. Seseorang dapat mengalami Glaukoma jika mengalami tekanan  intraokular dalam kurun waktu yang lama. Selain itu proses pernafasan selama angkat beban juga bisa menjadi salah satu faktornya. Pada sebuah penelitian terhadap pelaku angkat beban yang menahan nafas dan yang bernafas normal, menunjukkan dua hasil yang berbeda terhadap tekanan intraokular. 

Saat mengangkat beban sambil menahan nafas dalam empat repetisi tekanan intraokular bisa naik hingga 4,3 mm (merkuri) dan terjadi pada 90% atlet angkat beban. Sementara itu, angkat beban sebanyak empat repetisi dengan nafas normal hanya menghasilkan tekanan yang naik sebanyak 2,2 mm yang terjadi pada 62% atlet angkat beban. 

Dari penelitian ini lantas disimpulkan bahwa orang yang melakukan olahraga angkat beban dalam jangka waktu yang lama, berpotensi terkena resiko Glaukoma karena adanya tekanan intraokular yang terjadi. 

Baca juga: Cek Tekanan Bola Mata, Kunci Deteksi Dini Kesehatan Mata

Resiko Khusus Untuk Kelompok Rentan

Sebenarnya secara umum olahraga baik itu aerobik maupun angkat beban memiliki efek yang baik bagi kebugaran tubuh. Bahkan pola hidup yang baik ini juga memiliki pengaruh yang baik pula untuk kesehatan mata dengan batasan tertentu. 

Namun adanya potensi meningkatnya tekanan intraokular mata saat olahraga angkat beban membuat banyak orang jadi lebih mawas diri untuk melakukan olahraga jenis ini. 

Perlu diketahui bahwa ada beberapa kelompok rentan yang memang lebih harus diwaspadai ketika ingin melakukan aktivitas olahraga angkat beban. Hal ini karena kelompok rentan lebih sensitif mengalami tekanan intraokular yang lebih tinggi. Beberapa kelompok rentan yang dimaksud adalah:

1. Pasien Pasca Operasi Katarak

Sebenarnya secara umum Katarak tidak memiliki korelasi dengan meningkatnya tekanan intraokular saat melakukan olahraga angkat beban. Namun pada kasus pasien pasca operasi Katarak biasanya ada pantangan-pantangan yang tidak boleh dilakukan oleh pasien hingga masa pemulihan selesai. 

Salah satu pantangan pasca operasi Katarak adalah tidak melakukan aktivitas berat termasuk olahraga angkat beban. Hal ini karena olahraga dengan gerakan berat dapat meningkatkan detak jantung yang berujung meningkatnya tekanan intraokular dan mengganggu proses pemulihan pasca operasi Katarak. 

Baca juga: Katarak Lensa Premium

2. Penderita Glaukoma

Orang yang menderita Glaukoma tentu saja memiliki tekanan intraokular yang tinggi. Jika sudah terindikasi menderita Glaukoma maka olahraga angkat beban terbilang berbahaya karena justru dapat semakin meningkatkan tekanan intraokular dan merusak saraf optik hingga terjadi kebutaan pada tahapan puncaknya. 

Sebagai alternatif, penderita bisa melakukan olahraga ringan seperti treadmill atau jalan kaki yang cenderung dapat menurunkan tekanan intraokular.

3. Pasien Pasca Operasi Glaukoma

Sama halnya dengan kasus pasca operasi Katarak, pada pasien yang usai menjalani operasi Glaukoma pun memiliki pantangan yang mana salah satunya adalah dilarang melakukan aktivitas berat.

4. Pasien Pasca Lasik

Tindakan Lasik dilakukan pada pasien dengan gangguan Refraksi yang ingin terbebas dari kacamata maupun lensa kontak. Biasanya pantangan pasca Lasik meliputi berenang, berada di bawah terik matahari tanpa kacamata UV dan melakukan aktivitas berat termasuk angkat beban.

5. Miopi Tinggi

Umumnya bagi penderita masalah Retina seperti Miopi tinggi masih aman melakukan berbagai jenis olahraga. Namun untuk jenis olahraga yang punya banyak resiko cedera seperti angkat beban sebaiknya dihindari. 

Hal ini karena saat mata minus tinggi mengalami trauma karena cedera, maka bisa berpotensi merusak saraf optik akibat tekanan mata intraokular yang bermasalah. 

Baca juga: Terapi Mata Minus Anak

Semua kondisi rentan di atas pada dasarnya memang cukup beresiko terkena tekanan intraokular yang meningkat. Namun dalam beberapa kasus pasien bisa konsultasi terlebih dulu ke dokter mata untuk mengetahui kondisi aman jika ingin melakukan olahraga angkat beban. 

Mitos vs Fakta Medis Tentang Angkat Beban Meningkatkan Tekanan Mata

Masih banyak pendapat orang yang simpang siur terkait resiko meningkatnya tekanan mata saat seseorang melakukan olahraga angkat beban. Mitos yang beredar terkait hal ini adalah seseorang yang olahraga angkat beban akan meningkat tekanan intraokularnya dan secara pasti menyebabkan resiko Glaukoma. 

Faktanya hal ini tidak secara langsung dapat disimpulkan demikian. Seseorang yang olahraga angkat beban memang akan mengalami tekanan mata yang meningkat, namun hal ini sifatnya hanya sementara dan tidak akan terjadi resiko Glaukoma jika gerakan angkat beban tidak dilakukan dalam jangka waktu yang lama. 

Baca juga: Tekanan Darah Tinggi dan Mata

Benarkah Angkat Beban Meningkatkan Tekanan Mata?

Tekanan mata secara medis terjadi karena adanya kondisi Manuver Valsava yang dapat diartikan sebagai kondisi ekspirasi paksa pada Glotis yang tertutup. Pada sebuah penelitian terhadap partisipan leg press yang dilakukan di Selandia Baru menyatakan memang ada tekanan intraokular atau tekanan mata saat olahraga ini dilakukan. 

Leg press sendiri merupakan jenis olahraga angkat beban yang melibatkan kaki untuk mendorong beban dengan posisi berbaring. Pada penelitian tersebut sebelum melakukan gerakan leg press partisipan memiliki rata-rata TIO 13,9 mmHg. Kemudian saat partisipan mulai melepaskan beban leg press menggunakan kaki, TIO mengalami peningkatan dengan angka rata-rata 26,5 mmHg. 

Penelitian menunjukkan bahwa memang benar fakta bahwa olahraga angkat beban meningkatkan tekanan mata. Namun perlu diingat bahwa peningkatan ini dapat turun normal kembali dalam kurun waktu 1 menit setelah beban dilepaskan selama olahraga tersebut. 

Baca juga: Medical Check Up Mata Meliputi Apa Saja

Strategi Meminimalkan Resiko Pada Mata Akibat Angkat Beban

Dengan adanya resiko tekanan mata pada olahraga angkat beban, bukan berarti olahraga ini tidak baik dilakukan. Tentu ada strategi sebagai alternatif untuk bisa meminimalisir terjadinya resiko pada kesehatan mata. Berikut adalah beberapa strateginya:

1. Bernafaslah Secara Normal Saat Angkat Beban

Masih sering ditemukan orang yang mengangkat beban dengan menahan nafas. Padahal justru hal ini dapat meningkatkan tekanan mata. 

Bernafaslah secara normal saat melakukan olahraga angkat beban sehingga dalam meminimalisir tekanan yang terjadi pada mata. Jika terjadi tekanan pun, tekanan tersebut akan normal dan pulih dengan cepat usai olahraga.

2. Pilih Beban Yang Sesuai

Ada banyak sekali pilihan kapasitas beban yang bisa dijadikan alat olahraga angkat beban, utamanya di tempat Gym. 

Agar meminimalisir tekanan mata yang dapat terjadi, pilihlah kapasitas beban yang sesuai dengan kekuatan Anda. Pastikan memilih alat dengan beban yang meminimalisir teknik mengejan dan tahan nafas.

3. Jika Perlu, Pakai Pelindung Mata

Pada beberapa kasus, olahraga angkat beban dapat menyebabkan benturan bahkan cedera pada mata sehingga tekanan mata bisa mengalami peningkatan.  Maka jika ada resiko cedera, sebaiknya gunakan pelindung mata yang aman. 

Baca juga: Bagaimana Cara Menurunkan Tekanan Bola Mata? Simak Tipsnya!

Kapan Harus Waspada?

Seseorang tidak bisa dinyatakan 100% terbebas dari resiko Glaukoma yang berkaitan dengan tekanan mata saat melakukan olahraga angkat beban dengan cara yang benar. Hal ini tentunya karena ada beberapa faktor lain yang bisa meningkatkan resiko tekanan mata selain angkat beban itu sendiri. Lantas kapan harus mulai waspada pada kondisi tekanan mata? 

Saat kondisi mata terasa sudah sangat mengganggu aktivitas seperti menyempitnya area pandang mata, maka segeralah melakukan pemeriksaan ke dokter mata untuk mendapatkan diagnosa dan penanganan yang tepat. 

Selain itu perhatikan juga kondisi tubuh dengan tidak memaksakan angkat beban jika kondisi dirasa kurang baik karena hal itu juga bisa mempengaruhi tekanan mata. Hal paling penting adalah, olahraga angkat beban sangat tidak dianjurkan bagi penderita Glaukoma yang sudah dipastikan menderita gangguan mata tersebut berdasarkan diagnosa dokter. 

Edukasi diri dengan video kesehatan mata lainnya seperti video NEC berikut: