Gejala infeksi karena softlens (lensa kontak) sering terjadi akibat kebersihan yang buruk atau penggunaan berlebihan, dengan Keratitis sebagai salah satu risiko terbesarnya. Dimana salah satunya Keratitis adalah dapat sebabkan penglihatan buram atau kabur akibat peradangan pada Kornea mata.
Untuk mengetahui tentang 5 gejala infeksi karena softlens, sebaiknya Anda perlu simak informasi lebih lanjut pada penjelasan berikut ini!
Penyebab Infeksi Karena Softlens

Penyebab umum terjadinya infeksi pada mata karena softlens adalah karena faktor kebersihan yang buruk dan penggunaan berlebihan. Namun ada beberapa penyebab lain juga yang memicu terjadinya infeksi pada mata, antara lain:
- Tidur menggunakan softlens.
- Memakai lensa yang telah kadaluarsa atau tidak menggantinya secara berkala.
- Memakai softlens saat mandi.
- Penggunaan softlens yang tidak sesuai dengan resep atau anjuran dari dokter mata.
- Tidak pernah mengganti cairan khusus softlens, pada umumnya cairan tersebut perlu diganti secara berkala.
Untuk hindari terjadinya infeksi karena softlens, maka langkah awal yang perlu Anda lakukan adalah dengan menghindari penyebab terjadinya infeksi tersebut.
Baca juga : Lama Operasi Lasik: Mengintip Perjalanan 15 Menit Yang Mengubah Hidup
Gejala Infeksi Karena Softlens
Dr.Ruchyta Ranti,SpM menjelaskan bahwa terdapat 5 gejala yang dialami oleh pengguna softlens karena adanya infeksi yang patut diwaspadai. Berikut adalah penyebab infeksi karena softlens :
1. Mata merah/iritasi
Mata merah atau terasa iritasi adalah tanda bahwa ada sesuatu yang tidak beres. Biasanya, ketika softlens tidak bersih atau sudah melewati batas penggunaan yang direkomendasikan, bakteri bisa berkembang biak di permukaan lensa. Akibatnya, ketika kita memakai softlens tersebut, bakteri tadi bisa berpindah ke mata kita dan menyebabkan infeksi.
2. Nyeri Mata
Nyeri pada mata bisa terjadi jika softlens tidak pas dengan mata atau digunakan dalam waktu yang lama tanpa istirahat. Softlens yang terlalu ketat juga dapat menyebabkan nyeri pada mata.
3. Mata Menjadi Silau Saat Melihat
Pemakaian softlens yang terlalu lama atau menggunakan softlens dalam kondisi yang kotor dapat menyebabkan permukaan lensa menjadi kusam atau tergores. Hal ini bisa menyebabkan cahaya yang masuk ke mata dipantulkan tidak merata, sehingga mata menjadi lebih mudah silau saat melihat cahaya terang.
4. Mata Berair/Keluarnya Kotoran Mata
Kondisi ini bisa disebabkan oleh iritasi yang disebabkan oleh kotoran atau bakteri yang menempel pada softlens. Jika softlens tidak dibersihkan dengan benar atau tidak diganti sesuai jadwal, kotoran dan bakteri ini dapat menyebabkan mata menjadi berair atau mengeluarkan kotoran.
5. Penglihatan Buram
Softlens yang kotor atau tidak dibersihkan dengan benar dapat menyebabkan penglihatan menjadi buram. Kotoran yang menempel pada lensa atau permukaan lensa yang tergores dapat mengganggu fokus cahaya pada retina, sehingga penglihatan menjadi kabur atau buram.
Baca juga : Operasi Katarak Refraktif: Sembuhkan katarak Sekaligus kelainan Refraksi (Mata Minus, Silinder)
Risiko Penyakit Akibat Infeksi Karena Softlens

Penggunaan softlens yang salah dapat sebabkan beberapa keluhan atau penyakit, baik bersifat keluhan ringan atau keluhan berat. Berikut ini beberapa penyakit mata berisiko muncul akibat infeksi atau komplikasi penggunaan softlens:
1. Keratitis
Keratitis adalah infeksi atau peradangan pada kornea, lapisan transparan di bagian depan mata. Ini adalah risiko paling serius dan paling umum terkait penggunaan softlens yang tidak higienis.
Kondisi disebabkan karena bakteri (seperti Pseudomonas aeruginosa), jamur, atau parasit langka seperti Acanthamoeba yang menempel pada softlens akibat kurang menjaga kebersihan softlens.
2. Konjungtivitis
Konjungtivitis adalah peradangan pada konjungtiva merupakan lapisan tipis dan bening yang menutupi bagian putih mata dan bagian dalam kelopak mata.
Konjungtivitis seringkali disebabkan oleh bakteri yang berpindah dari tangan yang kotor ke softlens, atau dari larutan softlens yang terkontaminasi.
3. Sindrom Mata Kering
Meskipun bukan infeksi langsung, Dry Eye Syndrome dapat diperburuk secara signifikan oleh softlens, dan kondisi ini meningkatkan risiko infeksi.
Mata kering disebabkan karena softlens menyerap air mata dan mengurangi pasokan oksigen ke kornea, memperburuk kondisi mata kering, terutama dalam lingkungan ber-AC atau saat menatap layar (screen time) terlalu lama.
4. Abrasi Kornea
Abrasi kornea adalah luka goresan pada permukaan kornea. Walaupun penyebabnya bisa berupa trauma ringan, pengguna softlens memiliki risiko lebih tinggi mengalami Abrasi Kornea.
Penyebab terjadinya Abrasi Kornea pada pengguna softlens adalah menggosok mata dengan keras saat softlens kering, memasang atau melepas softlens secara kasar dam adanya partikel debu yang terjebak di bawah softlens.
Baca juga : Diandra Marsha: Tempat Lasik Berasa Museum Art
LASIK: SOLUSI TERBAIK UNTUK PENGLIHATAN ANDA, HENTIKAN INFEKSI KARENA SOFTLENS SEKARANG!

Untuk terhindar dari infeksi karena softlens, maka untuk Anda yang menjadikan softlens sebagai alat bantu penglihatan untuk koreksi mata minus atau mata silinder. Solusi paling efektif untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan melakukan LASIK. Mengapa harus LASIK?
Karena LASIK saat ini adalah solusi paling efektif untuk bebaskan mata minus atau silinder dari alat bantu penglihatan dan pasien pasca LASIK dapat melihat jelas tanpa bantuan softlens atau kacamata. Terbebas dari ketergantungan softlens, maka mata akan terhindar dari segala jenis infeksi yang ditimbulkan karena penggunaan softlens.
Anda bisa melakukan tindakan LASIK di National Eye Center Surabaya yang dipercaya sebagai LASIK Center Surabaya. LASIK di NEC Anda akan mendapatkan banyak manfaat dan keuntungan lainnya, seperti faslitas yang nyaman, teknologi canggih, dokter spesialis mata yang berpengalaman dan lain sebagainya.
Jadi, tunggu apa lagi? Ayo segera lakukan konsultasi dokter mata dan periksa mata di National Eye Center Sekarang juga!
Sumber :dr.Ruchyta Ranti,SpM
Silakan saksikan video lain tentang kesehatan mata:












