Salah satu penyakit Demensia yang banyak terjadi pada usia lanjut adalah Alzheimer. Apakah Alzheimer punya kaitan dengan kesehatan mata? Bagaimana kondisi mata dengan penyakit Alzheimer ini?
Banyak orang mempertanyakan apakah memang ada kaitan antara penyakit Demensia Alzheimer dengan saraf optik. Memang benar bahwa penyakit Alzheimer tidak hanya membawa pengaruh buruk bagi otak atau ingatan penderita, namun juga membawa pengaruh terhadap fungsi penglihatan.
Alzheimer menyerang saraf otak yang mana dalam saraf otak juga terdapat saraf yang menangani soal visual objek pada mata. Sehingga tentu saja hal ini akan saling berkaitan. Dengan mengetahui hubungan keduanya, pencegahan bisa dilakukan sejak dini agar pasien bisa meningkatkan kualitas hidup.
Baca juga: Katarak Lensa Premium
Bagaimana Penyakit Saraf Seperti Alzheimer Mempengaruhi Mata dan Penglihatan?
Seperti yang sudah sekilas dibahas di atas, saraf otak memang memiliki kaitan dengan saraf optik. Sehingga tentu saja kondisi mata dengan penyakit Alzheimer ini bisa mempengaruhi kualitas penglihatan pasien. Saraf optik dan Retina masih merupakan bagian dari jaringan otak. Sehingga jaringan mata dan otak ini masih terkait satu sama lain. Tentunya hal ini menyebabkan adanya pengaruh saat seseorang menderita Alzheimer maka penglihatannya juga bisa mengalami gangguan.
Dalam sebuah penelitian, para peneliti mencatat beberapa fakta bahwa pada penderita Alzheimer terjadi gangguan penglihatan mata seperti lapang pandang yang mulai menurun, sensitivitas kontras, hingga ketajaman penglihatan terhadap warna.
Dalam beberapa penelitian juga banyak ditemukan kenyataan bahwa penurunan kognitif sangat mempengaruhi gangguan penglihatan. Dari berbagai pernyataan tersebut memang dapat dipahami bahwa jaringan otak masih sangat berkaitan dengan Retina mata. Maka saat jaringan atau sel-sel otak mengalami gangguan seperti Demensia atau Alzheimer maka kualitas penglihatan jadi menurun.
Selain itu seseorang yang mengalami gangguan penglihatan sejak awal juga bisa berpengaruh terhadap kualitas kognitif otak sehingga membuat orang tersebut mengalami Demensia karena berkurangnya keterlibatan sosial. Alhasil stimulasi kognitif jadi berkurang dan tingkat depresi meningkat.
Seorang penderita Demensia bahkan beresiko terkena Katarak. Dalam sebuah penelitian di Taiwan, individu dengan penyakit Katarak memiliki resiko sekitar 1,43 kali lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak memiliki penyakit Katarak.
Meski begitu hal ini tetap bisa diturunkan resikonya karena sejauh ini ada solusi tepat untuk menangani permasalahan mata yang satu ini, yaitu dengan mengambil tindakan operasi Katarak.
Baca juga: 7 Gangguan Saraf Mata Yang Sering Dialami Oleh Orang-orang
Bagaimana Kondisi Mata Dengan Penyakit Alzheimer
Kondisi otak seorang penderita Alzheimer memiliki tingkat kesulitan dalam menerima informasi visual dari mata. Hal ini menyebabkan seorang penderita Alzheimer kesulitan dalam mengenali objek (dalam hal ini wajah seseorang), memahami gambar, hingga menilai jarak. Gambaran visual yang ada pada penglihatan penderita Alzheimer mungkin hampir mirip seperti penderita mata minus.
Hal ini tentu sangat berbeda dengan kondisi penglihatan orang normal. Pada penglihatan orang normal, objek yang ditangkap oleh mata akan langsung sampai ke jaringan otak untuk menerjemahkan objek tersebut sehingga otak bisa mengenali objek secara visual tanpa gangguan.
Namun perlu diperhatikan bahwa penderita Miopi atau gangguan mata lainnya, belum pasti memiliki resiko mengalami Demensia atau Alzheimer. Untuk lebih jelasnya dalam mengenali kondisi mata dengan penyakit Alzheimer, berikut ini ada poin-poin gangguannya:
1. Mengalami Visuospasial
Gangguan ini berkaitan dengan pendeskripsian jarak, ruang, hingga hubungan spesialis sehingga menyebabkan penderita kesulitan dalam membaca dan mengenali kontras warna.
2. Atrofi Kortikal Posterior
Gangguan ini terbilang merupakan gangguan cukup langka pada penderita Alzheimer. Gangguan ini berkaitan dengan persepsi spesialis dan proses visual kompleks.
3. Kesulitan Berorientasi
Kondisi mata dengan penyakit Alzheimer kemungkinan akan mengalami kesulitan berorientasi dalam hal penglihatannya, utamanya dalam orientasi ruang. Permasalahan yang terjadi bisa dalam bentuk seringnya menabrak objek tertentu saat berjalan atau tidak tepat sasaran saat menuang air ke dalam gelas.
4. Sulit Mengenali Wajah
Gangguan ini lebih umum terjadi pada penderita Alzheimer karena jaringan otak yang kesulitan menerima informasi visual dari mata sehingga seorang penderita Alzheimer akan kesulitan mengenali wajah seseorang, bahkan wajahnya sendiri saat bercermin.
Baca juga: Saraf Mata: Struktur Anatomi, Fungsi, Menjaganya
Cara Mendeteksi Penyakit Alzheimer Lewat Mata
Adanya gangguan kesehatan pada mata ternyata bisa menjadi jalan untuk mengenali berbagai macam penyakit pada tubuh, termasuk salah satunya adalah mengenali Alzheimer. Mendeteksi Alzheimer melalui kesehatan mata bisa memanfaatkan jenis pencitraan yang dikenal dengan OCTA atau Optical Coherence Tomography Angiography. Pendeteksian menggunakan OCTA bisa dilakukan dengan menemukan tanda-tanda kerusakan sel pada pembuluh darah kecil yang ada di bagian belakang mata.
Pembuluh darah kecil di bagian belakang mata ini memiliki keterkaitan terhadap kondisi perubahan yang terjadi pada jaringan otak. Pada penderita Alzheimer, mereka kehilangan pembuluh darah kecil Retina yang ada di bagian belakang mata atau masuk ada namun sangat tipis keberadaannya. Hal ini berbeda dengan orang dengan kondisi kesehatan normal. Pernyataan ini diperoleh dari hasil penelitian Duke University.
Pendeteksian kondisi mata dengan penyakit Alzheimer bisa menjadi langkah awal untuk menangani kesehatan jaringan otak sejak dini sebelum makin parah. Untuk itu jangan ragu untuk selalu mengenali gejala gangguan penglihatan apapun pada mata dan rutin periksa ke dokter mata untuk mendapatkan diagnosa yang tepat beserta penanganannya.
Baca juga: Lasik
Tonton juga video menarik lainnya dari channel NEC seperti video berikut:



















