Pernahkah Anda merasa sakit kepala yang menyebabkan rasa pusing di belakang mata? Sakit kepala memang terkadang membawa efek ke beberapa bagian tubuh lainnya, termasuk bagian mata. Namun biasanya sakit kepala yang disertai pusing di bagian belakang mata ini disebabkan oleh penyakit tertentu.
Rasa yang diderita biasanya adalah rasa berdenyut-denyut di belakang mata seperti irama denyutan nadi. Tentunya hal ini akan sangat mengganggu aktivitas apabila tidak segera ditangani dengan penanganan yang tepat.
Penyebab Pusing di Belakang Mata
Umumnya ada beberapa jenis gangguan kesehatan atau penyakit tertentu yang menyebabkan seseorang mengalami rasa pusing di belakang mata. Titik rasa sakit kepala biasanya akan menentukan jenis penyakit apa yang menyebabkan rasa denyutan di belakang salah satu atau kedua mata.
Di bawah ini ada beberapa jenis penyakit yang sangat berpotensi menjadi penyebab rasa pusing di belakang mata, diantaranya adalah:
1. Migrain
Jenis sakit kepala pertama yang paling sering berpotensi menyebabkan pusing di belakang mata adalah Migrain. Penyakit ini biasanya ditandai dengan rasa sakit di salah satu bagian kepala.
Selain itu rasa sakit tersebut juga diiringi dengan rasa nyeri pada bagian pelipis dan area sekitar mata. Sakit kepala Migrain bisa menjadi lebih parah dan menimbulkan rasa pusing yang sangat berdenyut di bagian belakang mata.
Baca juga: Alami Pusing di Sekitar Mata, Ini Penyebabnya
2. Cluster
Selanjutnya ada sakit kepala Cluster yang berpotensi menimbulkan sakit dan nyeri hebat pada area sekitar mata. Biasanya gejala yang menyerang area sekitar mata hanya terjadi pada satu sisi mata saja.
Uniknya sakit kepala jenis ini tidak cukup umum, bahkan lebih sering dialami oleh pria dibandingkan wanita. Gejala yang timbul tidak hanya di area sekitar mata namun juga bisa menyebabkan gejala seperti mata berair, kelopak mata mengalami penurunan, hingga warna muka menjadi merah karena tekanan rasa sakit.
3. Sakit Kepala Tegang
Sakit kepala tegang merupakan jenis sakit kepala yang sudah cukup umum dialami. Sakit kepala jenis ini terjadi pada kedua sisi kepala dengan gejala rasa nyeri hebat dan mempengaruhi bagian depan kepala dan belakang mata.
Bahkan pada kasus-kasus tertentu sakit kepala ini juga akan mengakibatkan rasa nyeri pada bagian leher dan bahu.
Baca juga: Pusing Saat Pakai Kacamata Baru, Ini Solusinya
4. Sinusitis
Sinusitis disebabkan oleh infeksi sinus dan umumnya menimbulkan rasa sakit kepala atau pusing di belakang mata dan sekitarnya. Tidak hanya menyerang area sekitar mata, Sinusitis juga bisa menyerang bagian pipi, dahi, hidung hingga gigi bagian atas.
5. Mata Tegang
Mata tegang seringkali dialami oleh para pekerja yang selalu berada di depan layar gadget. Selain itu mata tegang juga bisa disebabkan oleh terlalu lama fokus terhadap satu hal tertentu, misalnya saat mengemudi Mobil terlalu lama dan terlalu sering.
Mata tegang juga sering dialami oleh penderita Miopi yang tidak mendapatkan penanganan apapun. Sebab, kondisi ini bisa menimbulkan rasa sakit atau pusing di belakang mata. Tak hanya itu gejalanya juga bisa berupa mata gatal, mata merah hingga berair.
Baca juga: Mata Panda
Cara Mengatasi Pusing di Belakang Mata
Secara umum ada 3 jenis cara yang bisa digunakan untuk mengatasi pusing di belakang mata. Diantara cara tersebut adalah:
1. Hindari Penyebab/ Pemicu
Cara pertama adalah cara pencegahan awal maupun pencegahan saat sudah terjadi gejala pusing di belakang mata. Sebagaimana yang sudah disebutkan di atas terkait beberapa penyebabnya, hindari hal-hal yang akan memicu penyakit-penyakit tersebut.
Adapun untuk mata minus yang juga bisa menyebabkan pusing di belakang mata, pastikan untuk mendapatkan penanganan yang tepat seperti penggunaan kacamata atau lensa kontak. Jika ingin terhindar dari resiko pusing karena pengaruh kacamata dan lensa kontak, Anda juga bisa menggunakan alternatif koreksi Lasik yang sekaligus bisa membebaskan Anda dari kacamata dan lensa kontak selamanya.
Baca juga: Katarak Lensa Premium
2. Konsumsi Obat Pereda Nyeri
Obat peredaran nyeri khususnya untuk rasa nyeri dan pusing di belakang mata sudah cukup banyak dijual di apotek terdekat. Obat-obat tersebut umumnya bisa meredakan sakit kepala yang menimbulkan pusing pada area belakang atau sekitar mata. Namun pastikan untuk tetap berkonsultasi pada dokter mata demi keamanan selama menjalankan proses berobat.
Baca juga: Waspada! 5 Penyebab Penglihatan Buram dan Pusing
3. Pengobatan Mandiri di Rumah
Selain konsumsi obat pereda nyeri, rasa sakit di belakang mata juga bisa diatasi dengan beberapa alternatif pengobatan secara mandiri di rumah, seperti konsumsi minuman kafein sedang, kompres mata dengan es, istirahat di ruangan yang minim cahaya, minum air putih yang cukup, melakukan gerakan pijat kepala mandiri, dan melakukan meditasi.
Baca juga: Terapi Mata Minus Anak
Kapan Harus Segera Menghubungi Dokter?
Beberapa jenis sakit kepala yang bahkan menimbulkan rasa pusing di belakang mata memang umumnya bisa diatasi tanpa harus menghubungi dokter secara langsung. Namun ada kondisi tertentu yang memang mengharuskan seorang penderita untuk menghubungi dokter.
Lantas kapan waktu yang tepat seseorang harus menghubungi dokter secara langsung pada kondisi ini? Jika pusing di bagian belakang mata sudah sangat mengganggu aktivitas harian dengan mempengaruhi menurunnya kualitas penglihatan, maka segera hubungan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Selain itu jika rasa sakitnya tak kunjung sembuh meskipun sudah minum obat, perlu juga untuk segera periksa ke dokter mata agar lebih jelas diagnosa dan penanganannya. Pastikan untuk tidak mengabaikan gejala yang sudah sangat mengganggu fungsi penglihatan mata karena bisa jadi hal tersebut adalah gejala penyakit mata serius yang berpotensi kebutaan seperti Katarak atau Glaukoma.
Segera jadwalkan pemeriksaan mata secara komprehensif untuk mendapatkan diagnosa dan penanganan pusing di area sekitar mata yang tepat dan cepat.
Baca juga: Katarak
Tonton juga informasi kesehatan mata lainnya hanya di channel NEC seperti video berikut:


















