Jaman sekarang pemakaian lensa kontak atau softlens semakin banyak diminati. Terutama saat olahraga, orang dengan gangguan mata minus biasanya lebih nyaman menggunakan softlens. Lantas apakah boleh pakai softlens saat olahraga?
Sebenarnya penggunaan lensa kontak atau softlens jauh lebih fleksibel untuk olahraga dibandingkan penggunaan kacamata. Bagaimana tidak, saat menggunakan kacamata akan lebih rentan terjadi resiko seperti kacamata jatuh atau pecah.
Selain itu gerakan olahraga juga jadi agak terganggu dengan pemakaian kacamata. Meski begitu tidak semua jenis olahraga cocok menggunakan softlens. Ada beberapa kondisi yang perlu diperhatikan jika ingin menggunakan softlens saat berolahraga.
Apakah Boleh Pakai Softlens Saat Olahraga?
Seperti yang dikatakan sebelumnya, pemakaian softlens untuk orang yang aktif berolahraga memang akan terlihat lebih fleksibel. Namun pada kondisi olahraga tertentu, penggunaan softlens sebaiknya lebih diperhatikan lagi demi keamanan mata. Lantas bagaimana kondisi yang boleh atau tidak boleh menggunakan softlens?
Baca juga: Mata Panda
Kapan Dibolehkan?
Saat melakukan olahraga di lingkungan daratan seperti berlari, aerobik, atau bahkan olahraga yoga, penggunaan softlens sangat diperbolehkan. Hal ini karena sangat minim terjadinya resiko mata terkena bakteri atau cairan yang bisa menyebabkan peradangan pada mata.
Meski diperbolehkan, sebaiknya tetap konsultasi pada dokter mata untuk memilih lensa yang tepat. Pasalnya ada jenis softlens yang memiliki perlindungan UV sehingga sangat cocok digunakan untuk olahraga yang berada di luar ruangan.
Selain itu ada juga jenis softlens lunak yang lebih aman digunakan dalam kondisi berkeringat sekalipun karena jenis lensa ini bisa mencegah masuknya keringat ke dalam mata.
Baca juga: Infeksi Karena Softlens
Kapan Tidak Diperbolehkan?
Pemakaian softlens di ruangan tertutup atau saat berada di luar ruangan (daratan) diperbolehkan dengan beberapa catatan tertentu. Lantas apakah boleh pakai softlens saat olahraga di air?
Berolahraga di dalam air seperti berenang, surving, atau jenis olahraga air lainnya sangat memungkinkan masuknya air ke dalam mata. Masuknya air ke dalam mata ini bisa menyebabkan softlens terkena bakteri atau virus yang tentu saja akan membahayakan penggunanya.
Gejalanya mungkin bisa muncul mata merah hingga iritasi pada mata. Sekalipun lingkungan olahraga itu adalah kolam renang yang mengandung klorin, tetap saja bisa berpotensi softlens terkena virus atau bakteri.

Untuk itu penggunaan softlens untuk olahraga air sangat tidak disarankan. Bagi orang yang dengan mata minus yang mungkin butuh kontak lensa saat berolahraga, maka solusi terbaik adalah menggunakan kacamata air.
Baca juga: Katarak
Risiko Menggunakan Softlens Saat Olahraga
Meskipun pada beberapa kondisi dan jenis olahraga tertentu pemakaian softlens diperbolehkan, namun tetap ada resiko yang bisa dialami selama pemakaian softlens tersebut. Beberapa resiko yang dimaksud adalah seperti:
- Lebih rentan terkena kotoran dari tangan. Apalagi jika olahraga yang dilakukan melibatkan lingkungan yang berdebu atau berlumpur.
- Berpotensi terkena virus atau bakteri dari cairan, baik itu air biasa maupun air keringat.
- Pengguna akan merasa tidak nyaman saat berolahraga di ruang terbuka karena adanya angin. Angin bisa menyebabkan mata menjadi kering meskipun sedang menggunakan softlens.
- Untuk olahraga tertentu seperti bela diri atau tinju, penggunaan softlens sangat tidak dianjurkan karena bisa menyebabkan cedera yang lebih parah. Artinya orang yang aktif berolahraga akan merasa tidak leluasa menggunakan softlens karena beberapa syarat yang tidak menganjurkan penggunaannya pada jenis olahraga tertentu.
Baca juga: 7 Resiko Penggunaan Softlens Bagi Mata
Tips Aman Menggunakan Softlens Saat Berolahraga
Sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya terkait apakah boleh pakai softlens saat olahraga, memakai softlens saat berolahraga memang diperbolehkan dengan catatan olahraga tertentu saja. Meski begitu tidak menutup kemungkinan saat menggunakan softlens bisa saja terjadi cedera atau hal yang tidak diinginkan.

Untuk itu perlu diketahui tips agar tetap aman selama menggunakan softlens saat olahraga. Berikut ini adalah beberapa tipsnya:
- Gunakan softlens yang jenisnya sesuai dengan olahraga Anda. Contohnya softlens yang memiliki perlindungan dari UV saat berolahraga di ruang terbuka di bawah terik matahari.
- Sebelum maupun sesudah olahraga, selalu pastikan untuk mencuci tangan hingga bersih. Utamanya saat akan menyentuh area mata, pastikan tangan dalam kondisi sudah bersih.
- Hindari kontak dengan air biasa maupun air keringat. Pastikan air keringat tidak mengenai atau masuk ke mata mengenai softlens. Saat olahraga Anda bisa gunakan handuk bersih atau tisu untuk menyeka keringat.
- Pastikan mata dalam kondisi baik saat akan menggunakan softlens. Jangan gunakan softlens saat mata merah atau mengalami gejala iritasi.
- Periksa kondisi softlens sebelum digunakan. Pastikan softlens bersih dari kotoran dan steril.
- Jika akan berolahraga yang berkaitan dengan bola, sebaiknya tetap gunakan kacamata pelindung setelah menggunakan softlens.
- Selalu konsultasi ke dokter mata terkait pemakaian rutin softlens selama olahraga.
Baca juga: Tips Aman Memilih Softlens
Alternatif Selain Softlens
Bagi penderita mata minus, olahraga dengan menggunakan softlens mungkin lebih fleksibel dibandingkan menggunakan kacamata. Namun tetap saja ada resiko dan kehati-hatian yang harus sangat dijaga selama menggunakannya.
Solusi untuk olahraga dengan jauh lebih aman sebenarnya bisa menggunakan alternatif selain softlens. Ada dua jenis alternatif yang bisa dipertimbangkan, yaitu:
Penggunaan Kacamata Khusus Olahraga
Kacamata khusus olahraga tentu berbeda dengan kacamata Miopi pada umumnya. Biasanya kacamata khusus untuk olahraga ini dilengkapi dengan perlindungan UV, Bingkai Wraparound, lensa terpolarisasi, fitur anti silau dan lain-lain.
Kacamata jenis ini jauh lebih cocok digunakan untuk olahraga dan sifatnya tergolong aman. Sebelum menggunakannya pastikan kecocokan kacamata tersebut dengan mata Anda.
Ambil Ortho-K
Selanjutnya ada Ortho-K yang merupakan lensa khusus medis untuk koreksi mata. Berbeda dengan softlens biasa, lensa Ortho-K hanya digunakan di malam hari sebagai terapi untuk memperbaiki bentuk permukaan mata. Di pagi harinya penglihatan mata bisa meningkat ketajamannya.
Lensa Ortho-K berbeda dengan tindakan Lasik yang mana bedah Lasik dilakukan dengan penggantian lensa mata dan tidak perlu lepas pasang lagi. Secara umum hal tersebut juga sangat berbeda dengan Katarak Lensa Premium yang diaplikasikan untuk operasi khusus gangguan Katarak. Untuk pilihan terbaik, Anda bisa konsultasikan dengan dokter spesialis mata karena tidak semua kondisi mata cocok menggunakan tindakan Lasik maupun Ortho-K.
Jadi pertanyaan terkait apakah boleh pakai softlens saat olahraga, jawabannya sangat boleh asal sesuai dengan aturan keamanan yang telah dijelaskan di atas. Tetap perhatikan kebersihan softlens sebelum dan sesudah pemakaian.
Selain itu pastikan memilih softlens yang cocok dengan mata Anda. Lebih dari itu jika ingin terbebas dari softlens agar tetap bisa aktif berolahraga tanpa ribet, ambil solusi Lasik terbaik di NEC (National Eye Center) Surabaya.
Ingin tahu lebih lanjut soal Lasik di NEC? yuk simak juga video berikut ini:

















