Operasional: Senin – Jumat | 09:00 – 20:00 WIB – Sabtu | 09:00 – 16:00 WIB

Penyebab Orang Tidur dengan Mata Terbuka, Ini Penjelasannya!

Ditinjau oleh

author-06

Terakhir diperbaharui pada

29 May 2025

Bagikan

tidur dengan mata terbuka

Pernahkah Anda melihat seseorang yang tampak tidur, tetapi matanya masih terbuka? Meskipun terlihat tidak biasa, kondisi ini ternyata cukup umum dan bisa disebabkan oleh berbagai hal. Lalu, apa penyebab orang tidur dengan mata terbuka? 

Dalam dunia medis, kondisi ini disebut dengan nocturnal lagophthalmos. Kebanyakan orang yang tidur dengan mata terbuka sering kali tidak sadar akan resiko yang akan mereka tanggung. Meski hal ini cukup sederhana, namun bisa menjadi dampak yang buruk untuk kesehatan mata kita. 

Penyebab Orang Tidur dengan Mata Terbuka

Ada sejumlah faktor yang dapat menyebabkan seseorang tidur dengan mata terbuka, baik dari sisi anatomi, gangguan saraf, maupun kondisi medis tertentu. Berikut beberapa penyebab umum:

1. Masalah Saraf Wajah

Saraf wajah atau saraf kranial bertanggung jawab untuk mengontrol otot-otot wajah, termasuk otot yang mengatur gerakan kelopak mata. Gangguan pada saraf ini misalnya akibat Bell’s palsy, stroke, atau trauma kepala dapat menyebabkan kelopak mata sulit tertutup rapat, termasuk saat tidur.

2. Kelopak Mata Tidak Menutup Rapat

Beberapa orang memiliki bentuk kelopak mata yang tidak sepenuhnya menutupi bola mata ketika beristirahat. Ini bisa disebabkan oleh faktor genetik, penuaan, atau kondisi tertentu seperti ektropion (kelopak mata bawah yang mengarah keluar).

3. Operasi Estetika Wajah

Prosedur operasi kecantikan seperti operasi kelopak mata terkadang dapat menyebabkan perubahan bentuk atau ketegangan pada kelopak mata, sehingga menyulitkan penutupan mata yang sempurna saat tidur.

4. Penyakit Tiroid Mata (Graves’ Disease)

Pada beberapa penderita gangguan tiroid, seperti penyakit Graves, terjadi pembesaran jaringan di belakang bola mata. Hal ini membuat mata tampak menonjol dan menyulitkan kelopak mata untuk menutup rapat, terutama saat tidur.

5. Luka atau Trauma pada Kelopak Mata

Cedera atau luka bakar yang memengaruhi jaringan di sekitar mata dapat menyebabkan jaringan parut yang mengganggu fungsi normal kelopak mata.

6. Kebiasaan Sejak Kecil

Beberapa orang memang secara alami tidur dengan mata sedikit terbuka sejak kecil dan tidak mengalami gangguan atau penyakit tertentu. Namun, seiring bertambahnya usia atau perubahan anatomi wajah, risiko iritasi bisa meningkat. 

Baca Juga : Benarkan Membaca Sambil Tiduran Menyebabkan Mata Minus?

Apakah Tidur dengan Mata Terbuka Berbahaya?

tidur dengan mata terbuka

Tidur dengan mata terbuka mungkin terlihat tidak mengganggu bagi sebagian orang, terutama jika tidak menimbulkan gejala apa pun. Namun, secara medis, kondisi ini bisa membawa dampak negatif, terutama untuk kesehatan mata, di antaranya : 

1. Mata Kering

Ketika mata tidak tertutup sempurna saat tidur, produksi dan distribusi air mata menjadi terganggu. Mata yang seharusnya beristirahat dan lembab selama malam justru mengalami penguapan cairan berlebih, sehingga rentan terhadap mata kering.

2. Iritasi dan Kemerahan

Paparan udara dan debu selama tidur bisa membuat mata menjadi merah, perih, dan terasa terbakar di pagi hari. Gejala ini sering kali dianggap sebagai kelelahan mata, padahal bisa jadi disebabkan oleh kelopak yang tidak menutup rapat saat tidur.

3. Infeksi

Lapisan pelindung alami mata menjadi tidak optimal jika terbuka sepanjang malam. Hal ini bisa meningkatkan risiko konjungtivitis atau infeksi lainnya karena bakteri dan kotoran mudah masuk.

4. Masalah Penglihatan

Dalam kasus parah atau kronis, tidur dengan mata terbuka dapat menyebabkan peradangan kornea, bahkan luka pada kornea akibat kekeringan dan paparan terus-menerus. Jika tidak ditangani, kondisi ini bisa berdampak pada penurunan kualitas penglihatan.

6. Gangguan Tidur

Orang dengan kondisi ini mungkin sering terbangun karena ketidaknyamanan pada mata, atau merasa kualitas tidurnya tidak maksimal. Pada jangka panjang, ini dapat menyebabkan kelelahan, sulit konsentrasi, dan penurunan produktivitas.

Baca Juga : Kondisi Mata Tegang Bikin Susah Tidur?

Cara Mengatasi Tidur dengan Mata Terbuka 

tidur dengan mata terbuka

Jika Anda atau orang terdekat mengalami tidur dengan mata terbuka, sebaiknya jangan diabaikan. Ada berbagai langkah yang bisa diambil untuk mengatasi atau meminimalkan dampaknya:

1. Gunakan Obat Tetes atau Salep Mata

Dokter mata biasanya akan menyarankan tetes mata atau salep mata yang digunakan sebelum tidur untuk menjaga kelembaban mata sepanjang malam.

2. Pakai Penutup Mata Saat Tidur

Menggunakan eye mask atau penutup mata khusus dapat membantu memberikan tekanan ringan agar kelopak menutup lebih rapat. Selain itu, penutup mata juga bisa mengurangi paparan udara dan cahaya yang mengiritasi.

3. Plester Khusus Kelopak Mata

Ada plester medis yang dirancang khusus untuk menahan kelopak mata agar tetap tertutup saat tidur. Ini sering direkomendasikan oleh dokter untuk kasus ringan hingga sedang.

4. Lakukan Pemeriksaan Saraf atau Tiroid

Jika kondisi ini baru terjadi belakangan atau disertai keluhan lain seperti otot wajah melemah, pemeriksaan saraf atau fungsi tiroid mungkin dibutuhkan untuk mengetahui penyebab dasarnya.

5. Terapi atau Rehabilitasi Otot Wajah

Dalam kasus akibat kelumpuhan saraf wajah, fisioterapi atau stimulasi otot wajah bisa membantu mengembalikan fungsi otot, termasuk otot kelopak mata.

Meskipun tidak selalu berbahaya, kondisi tidur dengan mata terbuka tetap perlu diperhatikan karena bisa menyebabkan iritasi, infeksi, dan bahkan kerusakan penglihatan. Dengan mengenali penyebabnya dan melakukan langkah pengobatan yang tepat, kondisi ini bisa dikendalikan dengan baik. 

Jika Anda merasa mata terasa kering, perih, atau merah sebaiknya segera konsultasikan ke dokter mata. Periksa mata secara rutin minimal 6 bulan sekali sangat penting untuk deteksi dini dan mencegah komplikasi jangka panjang yang bisa merusak penglihatan. Segera periksa mata ke Klinik National Eye Center (NEC) untuk mengatasi permasalahan mata Anda. 

Simak informasi lainnya di video berikut ini ya!