Retina termasuk salah satu bagian dalam mata yang punya peran penting sekaligus cukup sensitif terkena gangguan. Salah satu contoh gangguan pada Retina adalah terjadinya oklusi vena retina.
Gangguan pada retina ini bisa menjadi masalah yang sangat serius karena bisa beresiko pada hilangnya fungsi penglihatan.
Gangguan ini berbeda dengan permasalahan mata seperti katarak atau Glaukoma Meskipun resiko terburuknya sama-sama merujuk pada kebutaan.
Oklusi vena retina bisa terjadi sebagai resiko atas terjadinya penyakit lain pada penderita seperti pasien diabetes.
Selain itu bisa adanya faktor lain yang menyebabkan gangguan pada retina ini. Karena resikonya yang sangat berbahaya, maka sangat disarankan untuk segera konsultasi ke dokter mata apabila sudah mulai muncul gejala gangguan pada retina.
Baca juga: Deteksi Dini Gangguan Pada Retina Dengan Oftalmoskop
Apa Itu Oklusi Vena Retina?
Seperti yang dijelaskan sebelumnya, resiko gangguan oklusi vena pada retina memang cukup berbahaya hingga mengancam penglihatan pasien. Lantas apa sebenarnya oklusi vena retina ini?
Oklusi vena retina merupakan suatu kondisi yang mana terjadi penyumbatan vena kecil. Kondisi tersebut akan membuat aliran darah menjauh dari retina sehingga peredaran darah pada bagian mata ini berjalan tidak normal.
Akibatnya, tekanan mata meningkat hingga terjadi pembengkakan. Penyumbatan vena retina bisa terjadi secara sentral maupun bercabang. Maksud dari oklusi sentral adalah penyumbatan tersebut terjadi pada pusat retina.
Sementara itu, oklusi bercabang adalah penyumbatan vena pada salah satu cabang retina yang kecil.
Dibandingkan dengan oklusi vena retina sentral, oklusi vena bercabang jauh lebih umum dialami pasien.
Saat gangguan retina ini terjadi, permasalahan mata lainnya pun bisa saja terjadi karena resiko dari masalah itu sendiri.
Itulah mengapa penyakit mata yang satu ini tidak bisa dianggap sepele dan harus segera mendapatkan penanganan yang tepat.
Baca juga: Mengenal Ablasio Retina
Penyebab dan Faktor Risiko

Sebagaimana penyakit mata lainnya, oklusi vena yang terjadi pada retina juga disebabkan oleh faktor tertentu.
Ada juga jenis-jenis penyakit bawaan pasien yang menjadi faktor resiko terjadinya penyumbatan pada vena retina ini.
Secara umum penyebab terjadinya oklusi vena retina adalah aterosklerosis atau istilahnya adalah pengemasan arteri. Selain itu pembentukan bekuan darah juga bisa menjadi sebab munculnya penyumbatan vena pada retina.
Tidak hanya karena adanya kondisi aterosklerosis, oklusi vena yang terjadi pada retina ini juga memiliki faktor resiko yang membuatnya terjadi, di antaranya seperti diabetes, hipertensi, glaukoma, perdarahan pada vitreous, dan edema makula.
Gejala Oklusi Vena Retina
Penyakit mata yang berkaitan dengan Oklusi Vena pada Retina ini memang cukup berbahaya sehingga perlu dikenali dengan baik berbagai gejalanya.
Dengan mengetahui gejalanya lebih dini, maka bisa lebih cepat dilakukan pengobatan. Gejala yang mengarah pada penyumbatan vena retina berbeda dengan mata merah biasa.
Umumnya, kondisi ini tidak menimbulkan gejala visual yang jelas seperti mata panda atau luka di sekitar mata. Justru, gejala penyumbatan ini seringkali tidak terlihat secara kasat mata.
Namun pada beberapa kasus, penderitanya akan mengalami pembengkakan pada bagian mata tertentu. Di antara gejala yang dialami pasien dengan penyumbatan darah pada vena retina adalah:
Penglihatan Kabur
Gejala mata kabur ini mungkin sekilas mirip dengan gejala miopi, namun tentu ada beberapa perbedaan yang signifikan. Gangguan penglihatan kabur yang terjadi pada penderita penyakit mata ini bisa terjadi secara tiba-tiba.
Tingkat keparahan kaburnya penglihatan bisa menjadi-jadi selang beberapa jam bahkan hari. Inilah yang menjadi pembeda dari gejala oklusi vena pada retina dan mata minus.
Maka jika sudah seperti ini segera periksa ke dokter mata untuk mendapatkan diagnosa yang tepat.
Baca juga: Lasik
Terjadi Floaters

Floaters sendiri merupakan bintik atau garis yang berwarna gelap dan muncul pada pandangan atau penglihatan mata saat melihat objek di depannya.
Tekanan pada Mata
Tekanan pada mata bisa ditandai dengan adanya rasa nyeri pada bagian mata yang mengalami oklusi vena. Namun pada beberapa kondisi, rasa nyeri ini hanya terjadi apabila oklusi yang diderita sudah cukup parah.
Diagnosa dan Pemeriksaan
Diagnosa adanya oklusi vena retina dilakukan secara langsung oleh dokter spesialis mata. Diagnosa ini dilakukan dengan melakukan tes pencitraan terhadap retina.
Proses diagnosa tersebut bekerjasama dengan dokter perawatan primer. Dari koordinasi ini nantinya dapat ditemukan sebab utama aliran darah yang menyebabkan timbulnya oklusi vena pada retina, sedangkan untuk pemeriksaannya sendiri dilakukan secara berproses.
Dokter akan memanfaatkan alat bernama mikroskop dan oftalmoskop. Kedua alat tersebut mula-mula dipasang pada kepala untuk menyinari mata.
Dokter akan melebarkan pupil mata sehingga dapat melihat dan memeriksa bagian belakang dalam mata. Dari sana nantinya bisa dilihat apakah komplikasi maupun gejala hilangnya penglihatan.

Pencegahan Oklusi Vena Retina
Siapa saja dapat beresiko terkena gangguan Oklusi Vena pada Retina. Bahkan bisa juga seseorang mengalaminya karena faktor keturunan. Gangguan mata yang satu ini secara umum belum bisa disembuhkan 100% sebagaimana katarak.
Katarak sendiri bisa 100% disembuhkan dengan jalan operasi katarak premium. Meski begitu oklusi vena terhadap retina ini bisa diobati bahkan dicegah kemunculannya.
Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan:
- Diet sehat untuk menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah.
- Rajin olahraga untuk memperlancar peredaran darah.
- Hindari kebiasaan merokok dan lingkungan yang penuh asap rokok.
- Konsumsi makanan dan minuman sehat yang baik untuk peredaran darah sekaligus menyehatkan mata.
Pada dasarnya menjaga pola hidup yang sehat sudah bisa diandalkan untuk menjaga kesehatan mata dari segala bentuk gangguan atau penyakit mata, termasuk oklusi vena retina.
Meski begitu tetap pastikan untuk rutin melakukan pemeriksaan mata ke dokter spesialis mata.
Baca juga: Mengenal Vitrektomi, 2 Jenis Operasi Retina
Tonton video menarik tentang kesehatan mata lainnya seperti video berikut:

















