Operasional: Senin – Jumat | 09:00 – 20:00 WIB – Sabtu | 09:00 – 16:00 WIB

Waspada Autoimun Mata. Bisa Memicu Peradangan Hingga Episkleritis!

Ditinjau oleh

author-06

Terakhir diperbaharui pada

8 April 2025

Bagikan

Autoimun Mata

Autoimun mata adalah kondisi ketika sistem kekebalan tubuh, yang seharusnya melindungi  mata dari infeksi dan penyakit, malah menyerang sel-sel mata sehat. Meskipun tergolong jarang, penyakit autoimun pada mata harus diwaspadai karena sering kali berkembang secara perlahan dan tanpa disadari. 

Apakah Imun Menyerang Mata?

Sistem kekebalan tubuh berfungsi untuk melindungi tubuh dari serangan virus, bakteri, dan patogen lainnya. Namun, pada penyakit autoimun mata, sistem ini gagal mengenali sel tubuh sendiri dan justru menyerangnya. Beberapa bagian mata yang bisa terkena dampak dari kondisi autoimun antara lain:

  • Kornea (lapisan luar mata)
  • Sklera (bagian putih mata)
  • Uvea (lapisan tengah mata yang mengandung pembuluh darah)
  • Saraf optik (yang menghubungkan mata dengan otak)

Ketika sistem imun menyerang mata, hal ini bisa menyebabkan peradangan kronis, kerusakan jaringan, dan gangguan penglihatan yang signifikan.

Baca Juga : Lasik

Apa Saja Gejala Autoimun Mata?

Apa Saja Gejala Autoimun Mata?

Gejala penyakit autoimun pada mata dapat bervariasi tergantung pada jenis penyakitnya. Namun, beberapa tanda umum yang sering muncul meliputi:

  • Mata merah akibat peradangan
  • Nyeri pada mata terutama saat menggerakkan bola mata
  • Penglihatan kabur atau penurunan tajam penglihatan secara bertahap
  • Sensasi terbakar atau kering pada mata
  • Fotofobia (sensitif terhadap cahaya)
  • Muncul bintik-bintik hitam dalam penglihatan (floaters)
  • Pembengkakan pada kelopak mata atau bagian dalam mata

Gejala-gejala ini bisa terjadi secara tiba-tiba atau berkembang perlahan. Jika dibiarkan tanpa pengobatan, kondisi ini dapat menyebabkan komplikasi yang lebih serius.

Baca Juga : Operasi katarak 

Penyebab Autoimun mata

Hingga saat ini, penyebab pasti penyakit autoimun mata masih belum sepenuhnya diketahui. Namun, beberapa faktor yang diduga dapat memicu kondisi ini antara lain:

  1. Faktor genetik: jika ada riwayat keluarga dengan penyakit autoimun, maka risiko seseorang mengalami kondisi serupa lebih tinggi.
  2. Infeksi virus atau bakteri: beberapa infeksi tertentu dapat memicu reaksi imun yang berlebihan dan menyebabkan sistem imun menyerang jaringan sehat, termasuk mata.
  3. Paparan lingkungan: faktor seperti paparan polusi, asap rokok, atau bahan kimia beracun dapat meningkatkan risiko penyakit autoimun.
  4. Gangguan hormon: ketidakseimbangan hormon, terutama pada wanita, dapat berkontribusi terhadap perkembangan penyakit autoimun.
  5. Stres kronis: stres yang berkepanjangan dapat melemahkan sistem imun dan menyebabkan peradangan kronis yang memicu penyakit autoimun.

 

Penyakit Mata yang Timbul Akibat Autoimun

Berikut beberapa penyakit mata yang disebabkan oleh gangguan autoimun:

  1. Episkleritis: merupakan peradangan pada episklera (jaringan tipis di atas sklera). Gejalanya meliputi mata merah, nyeri ringan, dan terkadang disertai dengan mata berair.
  2. Uveitis: peradangan pada lapisan tengah mata (uvea). Uveitis dapat menyebabkan nyeri hebat, sensitivitas terhadap cahaya, dan gangguan penglihatan serius.
  3. Sjogren’s Syndrome: penyakit ini menyebabkan mata kering kronis karena kelenjar air mata diserang oleh sistem imun, mengurangi produksi air mata.
  4. Skleritis: peradangan pada sklera yang lebih serius dibandingkan episkleritis. Skleritis menyebabkan nyeri parah, kemerahan, dan bisa merusak struktur mata jika tidak ditangani.
  5. Neuropati optik autoimun: merupakan peradangan pada saraf optik akibat gangguan autoimun. Kondisi ini dapat menyebabkan penglihatan kabur, nyeri mata, dan bahkan kehilangan penglihatan permanen.

Baca Juga :  Ektropion pada Mata. Ini Gejala dan Cara Mengobatinya!

Metode Pengobatan Autoimun Mata

Metode Pengobatan Autoimun Mata

Penanganan penyakit autoimun mata bertujuan untuk mengurangi peradangan, mengontrol sistem imun, dan mencegah komplikasi lebih lanjut. Berikut beberapa metode pengobatan yang biasa digunakan:

  1. Penggunaan Obat-obatan: Obat obatan seperti kortikosteroid untuk mengurangi peradangan, Imunosupresan untuk menekan respons autoimun berlebihan, Obat tetes mata untuk mengatasi mata kering dan Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) untuk mengurangi nyeri dan pembengkakan bisa Anda gunakan untuk mengatasi masalah ini. Namun, tentunya penggunaan obat obat ini harus dengan resep dokter mata
  2. Terapi Biologis: Terapi ini menggunakan antibodi khusus untuk menargetkan protein tertentu dalam sistem imun yang menyebabkan peradangan.
  3. Pengobatan Infeksi Penyerta: Jika kondisi autoimun dipicu oleh infeksi, dokter mungkin akan memberikan antibiotik atau antivirus.
  4. Perubahan Gaya Hidup: Menghindari pemicu alergi atau iritasi, Mengurangi stres melalui meditasi atau olahraga ringan, Mengonsumsi makanan sehat kaya antioksidan untuk mendukung kesehatan mata.
  5. Operasi: Pada kasus yang sangat parah, seperti skleritis atau pemfigoid okular yang menyebabkan jaringan parut, tindakan bedah mungkin diperlukan untuk memperbaiki struktur mata.

Penyakit autoimun yang menyerang mata dapat menyebabkan berbagai masalah serius, mulai dari peradangan ringan hingga kebutaan permanen. Oleh karena itu deteksi dini dan pengobatan yang tepat sangat penting untuk mencegah komplikasi lebih lanjut. 

Jika Anda mengalami gejala seperti mata merah berkepanjangan, nyeri, atau gangguan penglihatan, segera konsultasikan dengan dokter mata untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang sesuai.

Simak informasi lainnya di video ini yaa