Anisocoria adalah kondisi ketika ukuran pupil di kedua mata berbeda dan bisa terjadi di semua kalangan umur. Kondisi ini dapat bersifat sementara atau permanen sehingga tidak bisa dianggap remeh seperti mata panda dan memerlukan perhatian khusus karena bisa saja menyebabkan permasalahan mata yang lebih parah. Maka dari itu yuk simak penjelasan lengkapnya!
Penyebab dari Anisocoria

Ada banyak faktor yang dapat mempengaruhi penyebab terjadinya seseorang terkena permasalahan kelainan pupil pada mata. Salah satunya adalah faktor genetik, namun selain itu ada banyak faktor lain yang dapat menyebabkan seseorang terkena anisocoria. Berikut faktor yang dapat menyebabkan anisocoria yaitu:
1. Kondisi medis
Meliputi benturan atau cedera pada mata, pendarahan atau cedera otak, kejang-kejang, migrain, glaukoma, peningkatan tekanan di dalam kepala (misalnya, karena tumor otak), infeksi otak (seperti abses otak, meningitis, dan ensefalitis), atau stroke. Kelainan atau penyakit yang mendasari, seperti Iritis, Sindrom Horner, Palsi saraf ketiga. Bisa menyebabkan terjadinya anisocoria
2. Efek samping obat-obatan
Penggunaan narkotika tertentu (misalnya, metadon, heroin, dan morfin), obat asma, Atropin, Adrenalin atau epinefrin. Penggunaan obat-obatan seperti penghambat penyerapan ulang serotonin reseptor (SSRI), koyo skopolamin transdermal, atau obat tetes mata glaukoma tertentu.
3. Kerusakan mata
Kerusakan pada iris atau struktur pendukungnya akibat trauma mata, komplikasi bedah mata (termasuk bedah katarak), sudut penutupan glaukoma, dan kondisi inflamasi seperti iritis dan uveitis.
Baca Juga: Pupil Mata: Fungsi dan Jenis Kelainan yang Perlu Diketahui!
Apakah Anisocoria Aapat Diturunkan?

Ya, kelainan ini bisa diturunkan dalam beberapa kasus karena bersifat genetik. Beberapa orang terlahir dengan ukuran pupil yang berbeda, dan jika ada anggota keluarga lain yang mengalami hal yang sama, kemungkinan besar ini karena faktor keturunan. Kondisi ini disebut anisocoria fisiologis dan biasanya tidak berpengaruh pada penglihatan atau kesehatan mata.
Selain itu, ada juga kelainan bawaan pada iris yang bisa membuat bentuk pupil tidak teratur. Kondisi ini biasanya sudah terlihat sejak kecil dan umumnya tidak berbahaya. Jadi, jika Anda atau anggota keluarga memiliki anisocoria sejak lahir tanpa gejala lain, kemungkinan besar itu hal yang normal dan tidak perlu dikhawatirkan.
Namun, jika kelainan pada pupil ini muncul secara tiba-tiba di kemudian hari dan disertai gejala seperti penglihatan kabur atau sakit kepala, sebaiknya segera periksa ke dokter mata. Ini bisa menjadi tanda adanya kondisi medis yang lebih serius dan perlu ditangani.
Baca Juga: Anisometropia: Saat Mata Kanan dan Kiri Beda Kelainan Refraksi
Gejala Anisocoria

Gejala pada kelaianan perbedaan ukuran pupil ini bervariasi tergantung pada penyebabnya. Seringkali, orang tidak menyadari ukuran pupil mereka berbeda, dan beberapa orang menyadarinya saat membandingkan foto diri mereka yang lama dan terbaru.
Gejala lain yang mungkin dialami penderita kelainan ukuran pupil ini seperti penglihatan kabur seperti terkena miopi, Sakit mata, Sakit kepala dan Penyakit ptosis. Jika perbedaan ukuran pupil kanan dan kiri cukup drastis dan terdapat gejala-gejala di atas, segera periksakan diri ke dokter mata.
Seberapa langka Anisocoria?
Anisocoria mempengaruhi sekitar 20% dari populasi. Namun, hanya 1 dari 5 orang yang memiliki masalah perbedaan ukuran pupil dan mata tetap normal. Dalam kebanyakan kasus, perbedaan ukuran pupil hanya sekitar 1 mm atau kurang dan dianggap sebagai anisocoria sederhana atau fisiologis.
Buat kamu yang merasakan gejala diatas jangan anggap remeh perbedaan ukuran pupil atau anisocoria! Jika kamu mengalami gejala ini, segera periksakan matamu ke National Eye Center, pusat LASIK terpercaya di Surabaya. NEC dapat memberikan solusi terbaik untuk semua permasalahan matamu dengan teknologi terkini dan tim dokter ahli. Kunjungi kami sekarang untuk konsultasi dan dapatkan penglihatan yang lebih baik!
YUK SIMAK VIDEO KESEHATAN MATA LAINNYA!

















