Salah satu penyakit mata yang masuk kategori berat adalah Glaukoma. Pada penyakit mata Glaukoma, tekanan intraokular yang tinggi akan membuat kerusakan parah pada saraf optik. Dengan kondisi pasien seperti ini tindakan Trabekulektomi sangat dibutuhkan.
Tindakan Trabekulektomi dilakukan untuk menurunkan tekanan intraokular yang dialami penderita Glaukoma. Jika dibiarkan tanpa tindakan, pasien akan lebih cepat mengalami efek kebutaan permanen.
Baca juga: 3 Tingkatan Mata Minus: Anda Masuk Kategori Mana?
Apa Itu Trabekulektomi pada Mata?

Sebagaimana dijelaskan sebelumnya, tindakan Trabekulektomi memang cukup penting dilakukan saat tekanan intraokular pada penderita Glaukoma mulai meningkat. Lantas apa itu Trabekulektomi sebenarnya?
Trabekulektomi merupakan salah satu tindakan operasi khusus yang dilakukan dengan membuka atau memperlebar saluran yang mengeluarkan cairan mata. Dengan begitu cairan mata bisa lebih leluasa keluar dan tekanan intraokular bisa ditekan.
Jadi operasi ini umumnya memang diperuntukkan bagi penderita Glaukoma, bukan penderita gangguan mata seperti Miopi atau lainnya. Pada tindakan bedah Trabekulektomi, dokter mata akan memulai proses dengan membuat lubang di dinding mata dengan ukuran kecil yang mana tindakan ini sering dikenal dengan sebutan Ostium.
Setelah itu lubang akan ditutupi dengan penutup khusus yang tetap bisa membuat cairan mata keluar secara terkontrol.
Pada prakteknya tindakan bedah untuk penderita Glaukoma ini punya tingkat keberhasilan yang cukup tinggi, yaitu sekitar 70 hingga 90%. Meski begitu ternyata tindakan bedah ini umumnya hanya dilakukan sebagai alternatif setelah beberapa rangkaian tindakan medis dilakukan pada penderita Glaukoma.
Trabekulektomi umumnya dipilih saat tekanan intraokular pada pasien susah dikendalikan dengan metode medis lain.
Baca juga: Glaukoma – Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobati
Berapa Lama Operasi Trabekulektomi?
Secara umum tindakan operasi pada beberapa penyakit mata memiliki durasi waktu yang berbeda dalam penanganannya. Hal ini biasanya juga dipengaruhi dengan teknik dan teknologi operasi yang digunakan.
Lama waktu yang dibutuhkan untuk sekali tindakan Trabekulektomi adalah sekitar satu jam atau bisa juga lebih jika terjadi kondisi yang membutuhkan penanganan khusus.
Proses yang lebih komplek pada tindakan operasi ini tidak bisa ditangani dalam waktu yang singkat, begitu juga pemulihannya.
Sehingga operasi ini tidak bisa dibandingkan dengan operasi Katarak Lensa Premium yang mana dilakukan tanpa jahitan, dalam kurun waktu sangat singkat dan pemulihannya sangat cepat.
Baca juga: Waspada Glaukoma Kongenital! Simak Penjelasan Lengkapnya!
Apa Yang Tidak Boleh Dilakukan Setelah Trabekulektomi?
Untuk mendapatkan pemulihan yang cepat dan tepat, pasien yang telah melakukan operasi pada tekanan intraokular memiliki beberapa pantangan atau hal-hal yang sebaiknya dihindari. Beberapa diantara hal-hal yang sebaiknya dihindari pasca tindakan operasi ini adalah sebagai berikut:
- Melakukan kegiatan berat seperti angkat beban hingga mengejan.
- Jangan berenang dan hindari paparan air yang bisa langsung masuk ke mata.
- Jangan mengucek mata atau hindari berada pada tempat yang berdebu dan menyebabkan mata merah serta gatal.
- Jangan gunakan riasan pada mata.
- Hindari minum minuman yang mengandung alkohol dan kafein.
- Sebaiknya jangan mengemudi hingga mendapatkan izin dari dokter dan mata pulih secara sempurna.
Untuk pantangan lainnya biasanya akan dijelaskan oleh dokter yang menangani karena disesuaikan dengan kondisi mata dan kurun waktu pemulihan.
Baca juga: Jenis-jenis Operasi Mata Berdasarkan Penyebabnya
Apakah Operasi Trabekulektomi Bisa Gagal?

Sebagai tindakan yang dilakukan oleh dokter selaku human being, tentu saja operasi Trabekulektomi bisa mengalami kegagalan. Kegagalan operasi ini biasanya ditandai dengan adanya komplikasi pasca operasi.
Meski begitu kasus kegagalan atau terjadinya komplikasi pasca Trabekulektomi sangat minim. Tingkat keberhasilan operasi ini lebih tinggi, yaitu seperti yang telah disebutkan sebelumnya 70% hingga 90%.
Pada dasarnya operasi Trabekulektomi sendiri bukan satu-satunya cara yang digunakan dokter mata untuk mengatasi tekanan intraokular pada penderita Glaukoma. Dengan kata lain ada alternatif yang bisa digunakan saat operasi ini gagal.
Tindakan alternatif yang bisa digunakan untuk menggantikan Trabekulektomi pada penderita Glaukoma adalah seperti:
Stent/Tubing
Operasi Stent/ Tubing ini memiliki dua jenis, yaitu tubing dalam mata dan luar mata. Tubing dalam mata dilakukan untuk membuka drainase yang ada dalam mata. Sedangkan Tubing luar mata dilakukan dengan membuat jalur baru drainase dari dalam mata menuju luar mata.
Operasi Pengeluaran Jaringan Dalam Mata
Pada operasi ini dokter akan mengeluarkan jaringan yang ada pada saluran pembuangan mata, sehingga tidak terjadi tekanan tinggi pada mata.
Laser
Selanjutnya tindakan alternatif yang juga cukup sering dilakukan selain Trabekulektomi adalah laser. Laser ini dilakukan secara khusus untuk menekan kecepatan kerja pembuatan cairan dalam mata.
Tindakan penanganan untuk Glaukoma memang lebih kompleks dibandingkan penanganan untuk Katarak karena Glaukoma sendiri masih belum bisa disembuhkan secara total meski telah dilakukan tindakan-tindakan operasi atau laser.
Satu hal yang harus diperhatikan konsultasi kepada dokter sebelum menjalani operasi Trabekulektomi agar penanganan bisa dilakukan dengan tepat dan aman.
Tonton Juga Informasi Tentang Gangguan Mata Lainnya Seperti Video Berikut Ini:

















