Operasional: Senin – Jumat | 09:00 – 20:00 WIB – Sabtu | 09:00 – 16:00 WIB

Kelainan Refraksi bisa Menyebabkan Kebutaan? Cek Faktanya!

Ditinjau oleh

dr. Danti Ayu Irawati, SpM

Terakhir diperbaharui pada

5 November 2025

Bagikan

Kelainan Refraksi bisa Menyebabkan Kebutaan? Cek Faktanya!

Kelainan Refraksi merupakan suatu kelainan yang paling sering ditemukan pada pasien yang berkunjung ke klinik kesehatan mata. Biasanya Dokter mata akan menyarankan untuk menggunakan alat bantu penglihatan seperti kacamata. 

Namun benarkah kelainan refraksi juga dapat menyebabkan kebutaan? Simak penjelasannya melalui artikel berikut!

Kelainan Refraksi Penyebab Kebutaan?

Kelainan Refraksi Penyebab Kebutaan?

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kelainan refraksi yang tidak terkoreksi adalah penyebab paling umum dari gangguan penglihatan dan salah satu penyebab utama kebutaan yang seharusnya bisa dicegah. Di Indonesia, data Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa kelainan refraksi mencakup 70% dari seluruh penyebab kebutaan.

Beberapa penyakit dari komplikasi kelainan refraksi yang tidak terkoreksi dengan baik dapat berisiko kebutaan, meliputi : 

1. Ambliopia (Mata Malas) pada Anak

1. Ambliopia (Mata Malas) pada Anak

Rabun jauh (miopi) atau mata silinder (astigmatisma) tidak dikoreksi sejak dini, bisa terjadi kondisi yang disebut ambliopia atau “mata malas.” Ambliopia terjadi ketika otak tidak menerima sinyal visual yang jelas dari salah satu mata dan mulai mengabaikannya. Akibatnya, jalur saraf antara mata dan otak tidak berkembang dengan baik, yang dapat menyebabkan kehilangan penglihatan permanen pada mata yang terkena, bahkan jika kondisi ini di kemudian hari dikoreksi.

 

Baca juga : Terapi Mata Minus Anak 

2. Miopi Tingkat Tinggi (Miopi Patologis) Berisiko Kebutaan

Refraksi

Meskipun miopi (rabun jauh) umumnya dapat dikoreksi dengan kacamata atau lensa kontak, miopi yang sangat tinggi (miopi patologis) bisa menyebabkan komplikasi serius yang mengancam penglihatan. Miopi patologis menyebabkan peregangan pada bola mata, yang bisa mengakibatkan:

  • Ablasio retina adalah kondisi di mana retina (lapisan saraf di belakang mata) terlepas dari jaringannya, yang bisa menyebabkan kebutaan total.
  • Katarak dan Glaukoma: Penderita miopi tinggi memiliki risiko lebih besar untuk mengembangkan Katarak. (keruhnya lensa mata) dan glaukoma (kerusakan saraf optik) pada usia yang lebih muda.

 

Baca Juga: Mata Panda! Apakah Tanda Kelainan Refraksi?

Cara Menyembuhkan Kelainan Refraksi 

Refraksi dapat disembuhkan! Kunjungi National Eye Center sebagai tempat lasik yang kredibel berlokasi di Surabaya. Konsultasi dokter mata penting Anda lakukan setidaknya 6 bulan sekali. Pilihlah layanan dokter terbaik di NEC agar bisa mendapatkan penanganan yang tepat dengan kondisi Anda. Dokter mata akan menyarankan Anda untuk lasik mata. Terlebih lagi, Lasik merupakan solusi terbaik untuk Anda yang menderita gangguan refraksi pada mata. 

Itulah pembahasan mengenai kelainan refraksi apabila Anda mencari tempat operasi lasik yang kredibel maka Anda bisa langsung datang ke National Eye Center disana merupakan salah satu tempat lasik mata dengan memiliki dokter mata yang kompeten.

Selain itu jika Anda kesana, Anda akan mendapatkan informasi kesehatan mata lainnya mulai dari terapi mata minus anak (Ortho k), dll. Tunggu apalagi? Jangan sampai kondisi kesehatan mata Anda semakin memburuk. Konsultasikan sekarang juga!

Sumber:
dr. Danti Ayu Irmawati, SpM

Bebas kacamata selamanya dalam hitungan detik

Yuk tonton video seputar pre-lasik berikut!